Pemkab Sumedang Perkuat Mitigasi Hadapi Musim Hujan, SKPD Diminta Bergerak Cepat

Pemkab Sumedang Perkuat Mitigasi Hadapi Musim Hujan, SKPD Diminta Bergerak Cepat
Memasuki musim hujan, Pemerintah Kabupaten Sumedang memperkuat langkah mitigasi untuk mengantisipasi potensi banjir, longsor, hingga dampak bencana hidrometeorologi lainnya.
0 Komentar

SUMEDANGEKSPRES – Memasuki musim hujan, Pemerintah Kabupaten Sumedang memperkuat langkah mitigasi untuk mengantisipasi potensi banjir, longsor, hingga dampak bencana hidrometeorologi lainnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang Hj Tuti Ruswati menggelar

Rapat antisipasi bencana menjelang musim hujan bertempat di Ruang Rapat Sekda, Selasa (15/09/2026).

Baca Juga:RUU Reforma Agraria, Wamen Ossy Tekankan KeadilanKDM: Tak Ada Pelecehan Polemik Wakil Bupati Sumedang di selesaikan secara Kekeluargaan 

Sekda Tuti menegaskan, seluruh perangkat daerah harus bergerak cepat melakukan langkah antisipasi menghadapi musim penghujan.

“Rapat ini merupakan tindak lanjut dari hasil rapat hari Senin kemarin. Kita sudah mengidentifikasi titik-titik yang perlu diantisipasi menghadapi musim penghujan, sekarang masing-masing SKPD harus segera menindaklanjutinya sesuai tupoksi,” ujar Tuti.

Ia menekankan, Setiap SKPD harus memiliki tanggung jawab yang jelas, mulai dari penanganan pohon rawan tumbang, jalan dan tebing, drainase, sungai, hingga kawasan pertanian.

“Saya tegaskan, jangan menunggu bencana terjadi. SKPD harus melakukan langkah preventif. Yang menjadi kewenangan PUTR segera ditindaklanjuti, DLHK mengidentifikasi dan menangani pohon rawan tumbang, BPBD memperkuat kesiapsiagaan dan normalisasi sungai, Dishub menyiapkan rambu serta pengamanan jalan, dan perangkat daerah lainnya juga bergerak sesuai kewenangannya,” tegasnya.

Tuti juga meminta perhatian khusus terhadap sejumlah titik rawan longsor dan banjir lainnya, termasuk Lebak Huni–Mergalaksana, Cijeler–Bangbayang, TegalManggung Cimanggung, serta sejumlah sungai yang membutuhkan pengerukan.

“Yang sudah teranggarkan segera dilaksanakan, sementara yang belum teranggarkan harus segera diidentifikasi kebutuhan dan skala prioritasnya untuk kita tindaklanjuti melalui anggaran perubahan. Jangan sampai persoalan anggaran kemudian membuat kita terlambat melakukan antisipasi,” katanya.

Menurut Tuti, kesiapsiagaan juga harus menyentuh sektor pertanian, khususnya dalam mengantisipasi perubahan kondisi lahan sawah memasuki musim hujan.

Baca Juga:Antisipasi Bencana, Petakan, Prioritaskan, EksekusiKancra Bersiap Naik Kelas

“Di bidang pertanian juga harus diantisipasi. Sawah yang sebelumnya kering harus dipersiapkan menghadapi hujan, termasuk ketersediaan sarana pendukungnya. Karena ketika hujan turun dengan intensitas tinggi, di beberapa wilayah juga berpotensi terjadi longsor dan banjir,” ujarnya.

Tuti kembali menegaskan bahwa seluruh SKPD harus memiliki rencana aksi yang jelas dan terukur.

“Saya harap tidak ada SKPD yang merasa ini hanya tugas BPBD. Ini tugas kita bersama. Masing-masing dinas punya peran sesuai tupoksinya. Saya minta segera turun ke lapangan, cek kondisinya, lakukan intervensi dan pastikan masyarakat terlindungi,” imbuhnya.

0 Komentar