oleh

Melly Mellyna Ajarkan Personal Branding di Telkom University

SUMEDANGEKSPRES.COM – Pada hari Minggu, 18 Juli 2021, Melly Mellyna menjadi narasumber di dalam kegiatan.

Training Himpunan Mahasiswa Tekhnik Komputer Telkom University secara virtual.

Melly yang merupakan Mahasiswi S2 International Business, University of International Business (UIBE), Beijing, China dan Mojang Pinilih Kabupaten Sumedang ini membawakan materi terkait personal branding, public speaking, dan writing ability kepada para peserta.

Melly menuturkan, Human Concept dimana orang yang ingin memiliki personal
branding yang kuat, maka dia harus menguasai public speaking dan writing ability.

Kedua hal itu menjadi pondasi untuk bisa mencapai kemampuan yang optimal.

Disamping itu, Melly juga memberikan contoh HOS Cokroaminoto sebagai Bapak Bangsa yang terkenal sebagai Singa Podium di zamannya.

“‘Cokroaminoto bukan “mengajar’, tapi dia menjadi inspirasi. Dia menjadi “model” bagi muridnya. Cokroaminoto bukan sekadar “mengajar”, tapi dia mendorong muridnya untuk berpikir kritis (critical thinking),” ujar Melly.

Dia melatih mereka agar melihat semua hal dari berbagai perspektif.
Cokroaminoto bukan “mengajar”, tapi dia mendorong anak didiknya untuk bisa
menentukan tujuannya sendiri (self direction). Ia tidak pernah takut menjadi berbeda dan memiliki warna sendiri, walaupun risikonya adalah penolakan dan perlawanan dari lingkungan (risk taker).

HOS Tjokroaminoto juga pernah menyampaikan, “Demi menjadi orang besar, pemuda harus menulis seperti wartawan dan berbicara seperti orator”. Sehingga konsep berbicara dan menulis amatlah penting.

Tidak hanya itu, Soekarno pun mengatakan, “Aku tidak pernah berlatih pidato di depan cermin, cerminku HOS Cokroaminoto”.

Soekarno kecil selalu menikmati pidato-pidato Cokroaminoto di depan ribuan orang. Itulah yang membekas di ingatan Soekarno sehingga Soekarno mewarisi kemampuan Cokroaminoto dalam berpidato.

Ada banyak hal pula yang harus diperhatikan untuk bisa menjadi pembicara yang baik
yaitu perbanyak literasi. Kemampuan kita membaca juga akan berpengaruh kepada kemampuan kita berbicara kepada publik.

Sehingga di era digitalisasi ini kita pun harus menjadi pembaca yang cerdas, menyaring informasi yang tidak valid agar tidak menyesatkan informasi Ketika kita menjadi public speaker. (nur/rls)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *