Jangan Anggap Remeh, Begini Cara Mengatasi Depresi

Jangan Anggap Remeh, Tips dan Trik Cara mengatasi Depresi yang Dialami
foto: istimewa/iStockphoto/AntonioGuillem
0 Komentar

sumedangekspres – Kesehatan mental seseorang jangan sekali-kali dianggap remeh, berikut keterangan gangguan mental yang sering terjadi. Dibawah ini adalah cara mengatasi depresi.

Selain itu, kesehatan mental memiliki dampak yang besar terhadap perilaku dan kepribadian seseorang. Maka dari itu penting untuk menjaga kesehatan mental.

Masalah serius di Indonesia, termasuk penyakit psikologi yang ditandai dengan gangguan kesehatan mental.

Berikut jenis dan cara mengatasi depresi:

1. Gangguan Psikotik

Baca Juga:Cara Mengeringkan Rambut Tanpa Alat dan Anti KusutBupati Purwakarta Buka Program UMKM Juara

Orang yang depresi psikotik menderita depresi berat bersama dengan gejala psikotik, seperti berikut.

Halusinasi (melihat atau mendengar hal-hal yang tidak ada).

Delusi (kepercayaan yang salah).

Paranoia (salah percaya bahwa orang lain mencoba menyakiti Anda).

Yang dapat menjadi obat gangguan ini, salah satunya seperti kombinasi terapi bicara, antidepresan, dan obat antipsikotik.

2. Gangguan Depresi Mayor

Anda mungkin menderita Gangguan Depresi Besar atau yang paling umum, seperti:

– Insomnia atau tidur berlebihan.

– Perasaan putus asa atau pesimisme.

– Perasaan bersalah, malu, atau tidak berharga.

– Perasaan mudah tersinggung atau gelisah.

– Makan berlebihan atau kehilangan nafsu makan.

– Kehilangan minat pada aktivitas yang dulunya dinikmati.

– Perasaan hampa dan sedih yang terus-menerus.

Dalam hal ini, Anda merasakan lima atau lebih dari gejala di atas selama periode waktu yang terus-menerus setidaknya dua minggu.

Jenis depresi ini dapat diobati dengan kombinasi psikoterapi atau obat-obatan seperti Antidepresan.

3. Nyeri/Cedera/Terkait Penyakit

Orang yang menderita penyakit kronis atau penyakit yang melemahkan akibat tekanan emosional dan fisik.

Terapi bicara dan pengobatan bisa sangat membantu dalam mengobati depresi terkait penyakit.

4. Depresi Peripartum (Pasca melahirkan)

Baca Juga:Hari Ini Presiden Jokowi Ulang Tahun Ke-61Cara Jadi Pengusaha Muslim Sukses Sesuai syariah

Hal ini dialami selama beberapa minggu dan bulan setelah melahirkan, namun tidak tergolong sebagai baby blues

Hampir 10-15% wanita mengalami depresi pascapersalinan dan dapat diobati dengan dukungan konseling dan psikoterapi.

5. Depresi situasional

Ini disebabkan ketika Anda mengalami kesulitan menghadapi peristiwa yang tiba-tiba dan membuat stres dalam hidup Anda.

Masalah yang dihadapi seperti perceraian, kehilangan pekerjaan atau orang yang dicintai, dan sebagainya.

Psikolog mungkin menyebut ini sebagai sindrom Respons Stres dan bisa diatasi melalui konseling dan psikoterapi.

0 Komentar