Demo Terdampak Tol Cisumdawu Bubarkan Diri, Akan Lakukan Long March ke Jakarta

Demo Terdampak Tol Cisumdawu Bubarkan Diri, Akan Lakukan Long March ke Jakarta
Beberapa masyarakat di Kecamatan Jatinangor melakukan aksi mogok makan beberapa waktu lalu. Mereka kini telah membubarkan diri dan berencana akan melanjutkan aksinya ke Istana Presiden (dok sumeks)
0 Komentar

sumedang, JATINANGOR – Kepala Desa Cilayung Kecamatan Jatinangor Dedeng Saefurohman mengaku ada sebagian warganya yang melakukan aksi demo ke Satker Tol Cisumdawu. Mereka menuntut uang kerohiman ganti rugi lahan pertanian yang terdampak pembangunan proyek tol Cisumdawu.

Menurutnya, puluhan petani itu ada dari Desa Cilayung, Cileles dan Cibeusi yang melakukan aksi mogok makan, Senin (15/8) lalu.

Sedangkan tuntutan itu, meminta ganti rugi lahan pertanian yang terdampak tol Cisumdawu. Mereka menuntut uang kerohiman.

Baca Juga:Isu Ferdy Sambo LGBT Semakin Mencuat ‘ Pacarku Selingkuh dengan Istriku’ Begini Respon Mabes PolriDeolipa Yumara Mengatakan Pemilik Kode 303 Ingin Menjadi Kapolri tetapi LGBT

“Rencananya Mereka akan melakukan aksi ke Jakarta tujuannya istana Presiden,” jelasnya kepada Sumeks, Kamis (18/8).

Selanjutnya mereka akan melakukan aksi long march untuk demo ke Istana Presiden di Jakarta. Nantinya, bergabung dengan pendemo lain.

Sementara itu, Kapolsek Jatinangor Kompol Aan Supriatna membenarkan adanya warga yang masih melakukan aksi. Namun, pihaknya memastikan aksi yang digelar adalah aksi damai dan tidak sampai terjadi kericuhan.

Meski begitu, kata Aan, petugas masih melakukan pemantauan atas aksi tersebut dan hingga saat ini kondisinya masih terkendali dan kondusif. Warga yang melakukan aksi sudah bubar dan pulang ke rumah masing-masing.

“Kita lakukan pemantauan dan hasil pemantauan itu dalam keadaan aman terkendali, tidak ada kericuhan. Saat ini, dipastikan warga yang ikut melakukan aksi sudah membubarkan diri,” paparnya.

Sebelumnya, diberitakan ada sekitar 300 lebih penggarap menuntut ganti rugi meski tanah yang mereka garap merupakan tanah negara. Para petani sendiri sudah menggarap tanah tersebut selama puluhan tahun.

Para petani itu mengancam, apabila tuntutan tidak dipenuhi maka akan melakukan aksi long march ke Idtana Presiden.

Baca Juga:Seorang Lelaki ini Mencuri Motor Untuk Biaya Sekolah Anakya17 Bom Guncang Thailand, Sempat Peringatkan Penjaga Toko Saat Lakukan Penyerangan

Mereka bersama puluhan warga lainnya melakukan aksi mogok makan yang rencananya dilakukan selama tiga hari, namun pada tanggal 17 Agustus 2022 para pendemo itu sudah membubarkan diri. (kos)

0 Komentar