Blusukan Untuk Tekan Laju Inflasi

CEK HARGA: Pj Bupati Sumedang Herman Suryatman berdialog dengan pedagang beras, di Pasar tradisional di Sumedang Kita, soal kenaikan harga beras, kemarin.
CEK HARGA: Pj Bupati Sumedang Herman Suryatman berdialog dengan pedagang beras, di Pasar tradisional di Sumedang Kita, soal kenaikan harga beras, kemarin.
0 Komentar

sumedangekspres– Upaya mengendalikan laju inflasi (kecenderungan naiknya harga barang dan jasa pada umumnya yang berlangsung secara terus menerus), Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang melakukan blusukan ke Pasar Sandang Sumedang, Selasa (10/10).

“Ada beberapa komoditas bahan pokok penting (Bapokting) yang mengalami kenaikan, ada yang stabil bahkan ada yang di bawah harga pasar,” ucap Pj Bupati Sumedang, Herman Suryatman di sela-sela blusukan.

Herman mencontohkan harga telur ayam di salah satu grosir telur, yang memang harganya di bawah harga acuan sekarang.
“Telor ini harga acuan penjualan di angka Rp 27 ribu per kilo, namun ternyata harganya Rp 25 ribu,” tuturnya.

Baca Juga:Perbaikan Jalan, Dodi: Perhatikan UMKM KecilKemarau Panjang, Warga Gelar Sholat Istisqa

Sedangkan harga beras kelas medium, pada acuan penjualan berada pada angka Rp 12 ribu perkilo. Namun faktanya, terjadi lonjakan harga hingga mencapai Rp 14 ribu per kilo.

“Memang ada kenaikan, tapi masih dalam koridor kewajaran. Namun kendati demikian, kami akan menggelar operasi pasar,” ucapnya.

Kami, sambung Herman, tidak mau mengambil risiko.

“Kami bersama Forkompinda sepakat dan berkoordinasi dengan Bulog, dalam satu dua hari ini akan mengadakan operasi pasar, tapi terbatas, tergantung eskalasi,” terangnya.

Dilakukan operasi pasar secara terbatas itu, kata Herman, agar para pedagang beras tidak merugi. Mengingat kenaikan harga beras hanya berkisar 15 hingga 20 persen saja.

“Tapi kalau sudah menembus angka 40 sampai 50 persen, tentunya kita akan guyur dilakukan operasi pasar (Secara besar-besaran, red) bersama Bulog,” katanya.

Lebih jauh Herman menyebutkan, dengan kegiatan tersebut, pihaknya ingin melindungi masyarakat dari kesulitan ekonomi.

“Harapan kita, kepentingan masyarakat harus dilindungi, dengan mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang normal,” sebutnya.

Orientasi kami, kata Herman, pasar harus stabil sehingga inflasi terkendali.

Baca Juga:Satpol PP Bongkar Paksa APS Tanpa IzinPenerapan IKM di SMPN 3 Sumedang

Lebih jauh Herman menyebutkan empat indikasi inflasi, antara lain, ketersediaan barang, keterjangkauan harga, komunikasi yang efektif antara pemerintah dengan pihak pasar serta mobilitas barang dari tempat produksi ke pasar. (nur)

0 Komentar