Berbahaya, Puluhan Pohon Dipangkas

0 Komentar

sumedangeskpres, PAMULIHAN — Berbagai jenis pohon yang dianggap berbahaya bagi pengguna jalan dan rawan tumbang, di Kawasan Cigendel Kecamatan Pamulihan hingga Ciherang Kecamatan Sumedang Selatan dipangkas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), baru-baru ini.

BPBD Kabupaten Sumedang memangkas pohon bersama Petugas gabungan PUPR Kabupaten, PU pusat, Perhutani, TNI, Polri, Damkar, LHK serta PLN.

“Kami memangkas pohon yang membahayakan pengguna jalan yang melintas dari mulai Cigendel hingga Ciherang,” kata Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Sumedang Atang Sutarno saat dihubungi Sumeks.

Baca Juga:SMPN 4 Sumedang Tata Pintu Gerbang SekolahKunjungan Menteri Dongkrak Potensi Lokal

Dikatakan, sebelumnya kejadian pohon tumbang terjadi di wilayah Kecamatan Pamulihan dan menimpa tiga buah mobil.

“Kami mengantisipasi kejadian serupa dengan memangkas pohon yang akan membahayakan pengguna jalan,” tandasnya.

Atang mengatakan, pemangkasan dan penebangan pohon ini merupakan hasil survei dengan pihak Perhutani. Dimana survei tersebut dilakukan terhadap pohon-pohon yang berpotensi roboh ataupun yang membahayakan pengguna jalan.

“Hasil survei ada puluhan pohon yang dianggap berpotensi membahayakan. Sehingga, kami bersama unsur lainnya melakukan pemangkasan dan penebangan pohon yang sebelumnya telah disurvei tersebut,” kata Atang.

Ditegaskan, pemangkasan diestimasikan akan berlangsung selama tiga hari. Akan tetapi bila masih ada pohon yang membahayakan, maka waktunya akan diperpanjang.

“Kami berharap tiga hari bisa selesai,” ujarnya.

Atang menegaskan, selama proses pemangkasan pohon, arus lalu lintas diberlakukan sistem buka tutup. Untuk itu, pihaknya meminta maaf kepada pengguna jalan yang melintas karena perjalanannya terganggu.

“Selama pemangkasan diberlakukan buka tutup tidak akan lama. Sehingga kami mengimbau agar pengguna jalan berhati-hati,” katanya.

Baca Juga:Mekarjaya Optimalkan Pemberdayaan dan PelayananMenteri Perdagangan Zulhas Usulkan Subsidi Cabai

Kata dia, perlu diketahui masyarakat jika pemangkasan ini sebagai ikhtiar untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan.

“Untuk itu, kami bergerak cepat agar hal serupa tidak terjadi dengan melakukan survei terhadap pohon-pohon yang berpotensi membahayakan. Terlebih sekarang ini telah memasuki musim hujan,” pungkasnya. (bim)

0 Komentar