Korsleting Listrik Picu Kebakaran Rumah Panggung di Tanjungsari, Kerugian Capai Rp150 Juta

Korsleting Listrik Picu Kebakaran Rumah Panggung di Tanjungsari, Kerugian Capai Rp150 Juta
Kondisi rumah panggung di Dusun Sadang RT 002 RW 012, Desa Gunung Manik, Kecamatan Tanjungsari yang hangus terbakar akibat kosleting listrik, Selasa (11/11).(istimewa)
0 Komentar

TANJUNGSARI – Musibah kebakaran kembali melanda wilayah Kabupaten Sumedang. Sebuah rumah panggung milik warga di Dusun Sadang RT 002 RW 012, Desa Gunung Manik, Kecamatan Tanjungsari, hangus terbakar, Selasa (11/11). Api yang diduga berasal dari korsleting arus listrik melahap hampir seluruh bangunan rumah berukuran sekitar 56 meter persegi tersebut.

Rumah tersebut milik Riki (35), seorang wiraswasta yang saat kejadian tidak berada di rumah. Sekitar pukul 12.25 WIB, warga melihat asap tebal keluar dari bagian tengah rumah.

“Api cepat membesar karena angin cukup kencang. Kami langsung lapor ke Damkar,” ujar Yayan Sopian (30), tetangga korban yang pertama kali mengetahui peristiwa itu.

Baca Juga:Pemdes Rancamulya Intensifkan Penyisiran PBB, Manfaatkan Perpanjangan Pembebasan Denda Hingga Akhir NovemberPaparkan Inovasi Keterbukaan Informasi Publik Sumedang di Hadapan Komisi Informasi Jawa Barat

Tak lama berselang, regu siaga UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Tanjungsari tiba di lokasi.

“Begitu menerima laporan, anggota kami langsung berangkat. Kondisi api sempat membesar, namun beruntung turun hujan sehingga membantu proses pemadaman,” jelas Kepala UPT Damkar Tanjungsari, Yudi Raharja.

Petugas Damkar bersama warga setempat bahu-membahu memadamkan api agar tidak merembet ke rumah tetangga. Proses pemadaman dimulai sekitar pukul 12.30 WIB dan berhasil dikendalikan satu jam kemudian, tepatnya pukul 13.30 WIB.

Dalam kejadian tersebut, tidak ada korban jiwa. Namun, kerugian material ditaksir mencapai Rp150 juta, mencakup bangunan rumah, tiga unit sepeda motor, dan dua mesin kompresor yang turut terbakar.

Selain petugas Damkar, penanganan kebakaran juga melibatkan relawan IEA Kabupaten Sumedang, personel Koramil dan Polsek Tanjungsari, Satpol PP Kecamatan, serta masyarakat sekitar yang membantu dengan alat seadanya.

“Alhamdulillah api bisa dikendalikan berkat kerja sama semua pihak. Warga cepat tanggap, dan hujan yang turun membantu proses pemadaman,” ujar Ketua RT setempat.

Meski penyelidikan penyebab kebakaran masih dilakukan, dugaan kuat menyebut api berasal dari korsleting listrik di bagian tengah rumah. Pola ini semakin sering terjadi di wilayah perdesaan Sumedang, terutama di rumah-rumah panggung dengan instalasi listrik sederhana atau sudah berumur.

Baca Juga:Pemdes Galudra Fokus Perbaikan Akses Jalan Desa untuk Dukung Mobilitas dan Ekonomi WargaKoperasi Sugih Mitra Kreatif Resmi Pindah Kantor untuk Perkuat Layanan dan Dukungan Ekonomi Masyarakat

Kepala Damkar Tanjungsari mengingatkan, kebakaran akibat korsleting listrik kerap terjadi karena beban arus yang melebihi kapasitas kabel atau sambungan tidak standar.

0 Komentar