Longsor Beruntun di Cadas Pangeran Picu Wacana Penutupan Jalur Bandung-Sumedang

Longsor Cadas Pangeran
PENANGANAN: Petugas gabungan melakukan penanganan darurat di lokasi longsor tebing di kawasan Cadas Pangeran, Blok Jelekong, Desa Cigendel, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Minggu (28/12).(Engkos/Sumeks)
0 Komentar

SUMEDANG EKSPRES – Hujan yang turun tanpa jeda sejak Kamis sore membuat Cadas Pangeran kembali berada di titik rawan.

Di tebing curam Blok Jelekong, Desa Cigendel, Kecamatan Pamulihan, tanah yang rapuh perlahan kehilangan daya cengkeramnya.

Longsor pun terjadi. Bukan sekali, tetapi beruntun menempatkan jalur utama Bandung–Sumedang dalam bayang-bayang penutupan sementara.

Baca Juga:Serapan APBD Sumedang Tinggi, Efektifkah Belanja atau Sekadar Kejar Target Akhir Tahun?Tolak Pembayaran Tunai Rupiah Bisa Dipidana, Banggar DPR Ingatkan Ancaman Penjara hingga Denda Rp200 Juta

Longsor pertama terjadi sekitar pukul 17.45 WIB, Kamis (25/12/2025). Dari tebing setinggi puluhan meter, tanah bercampur batu dan pohon besar meluncur ke arah badan jalan. Arus lalu lintas tersendat dari dua arah.

Meski jalur belum tertutup sepenuhnya, petugas terpaksa memberlakukan pengaturan darurat demi mencegah kendaraan melintas di bawah tebing yang masih labil.

Ancaman sesungguhnya datang keesokan harinya. Jumat (26/12/2025) sore, hujan kembali mengguyur kawasan Cadas Pangeran dengan intensitas tinggi.

Di titik yang sama, longsor susulan terjadi. Kali ini, material tanah menutup seluruh badan jalan. Jalur Bandung–Cirebon via Cadas Pangeran pun lumpuh total. Kendaraan terjebak, antrean mengular hingga sekitar 1,5 kilometer.

Petugas gabungan dari BPBD Kabupaten Sumedang, TNI, Polri, SAR Brimob, hingga relawan langsung diterjunkan.

Di tengah cuaca yang belum sepenuhnya bersahabat, mereka membersihkan material longsor, mengevakuasi pohon tumbang, sekaligus mengamankan area rawan. Namun pekerjaan itu berlangsung di bawah ancaman longsor lanjutan.

Kekhawatiran tersebut bukan tanpa dasar. Hasil pemeriksaan tim gabungan menemukan retakan tanah di bagian paling atas tebing atau mahkota longsor.

Baca Juga:Geoteater Rancakalong jadi Panggung Hidup Budaya Sumedang, Tradisi Terus Bernapas di Tengah ZamanGol Andrew Jung Bawa Persib ke Puncak Klasemen

Retakan itu memanjang, selebar sejengkal tangan orang dewasa menjadi pertanda bahwa pergerakan tanah masih berlangsung.

“Di mahkota longsor ditemukan retakan tanah. Jika hujan deras berdurasi lebih dari satu jam, potensi longsor susulan masih sangat tinggi,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumedang, Hendar, Minggu (28/12).

Temuan tersebut membuat opsi penutupan sementara jalur Cadas Pangeran terus disiapkan. BPBD bersama instansi terkait melakukan kaji cepat dan penanganan darurat sebagai langkah penahan sementara.

Terpal dipasang di area mahkota longsor untuk mengurangi resapan air hujan, cerucuk bambu ditancapkan sebagai penahan tanah, serta terasering dibuat untuk membantu stabilisasi lereng.

0 Komentar