SUMEDANG EKSPRES, CIMANGGUNG – Persoalan tiang listrik keropos milik PT PLN di kawasan Pasar Parakanmuncang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, belum menunjukkan kejelasan penanganan. Warga menilai respons PLN masih bersifat administratif dan belum menyentuh tindakan teknis yang menjamin keselamatan publik.
Pada Kamis (22/1/2026) petang, pihak PLN mendatangi lokasi tiang listrik yang telah lama dikeluhkan warga dan pedagang pasar. Namun, kedatangan tersebut belum disertai langkah teknis nyata di lapangan.
Pengelola pasar Parakanmuncang, Amung, mengungkapkan bahwa pertemuan dengan pihak PLN tidak berlangsung optimal karena dilakukan di luar jam kerja.
Baca Juga:Tiang Listrik PLN Keropos di Pasar Parakanmuncang Dibiarkan: Laporan Masuk, Survei Ada, Tindakan NihilJalan Rusak Kepung Jantung Kota Sumedang: Tambal Sulam Berulang, Drainase Buruk, Keselamatan jadi Taruhan
“Awalnya saya menolak bertemu karena saat itu sudah di luar jam kerja, sekitar pukul 18.00. Saya sedang berada di rumah,” ujar Amung kepada Sumedang Ekspres, Jumat (23/1/2026).
Menurut Amung, apabila kondisi tiang listrik memang dinilai membahayakan, seharusnya penanganan dilakukan secara cepat dan langsung di lokasi, bukan sebatas komunikasi administratif.
Ia juga menyebutkan bahwa hingga kini persoalan administrasi yang diminta PLN belum dapat diselesaikan dan telah diserahkan ke pihak Kecamatan Cimanggung.
“Formulir yang diminta belum bisa saya isi. Persoalan ini kami serahkan kepada pihak kecamatan,” tambahnya.
Sementara itu, Humas PLN UP3 Sumedang, Ike Puspa, menyampaikan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait kondisi jaringan listrik di Pasar Parakanmuncang.
“PLN telah menanggapi keluhan masyarakat mengenai kondisi jaringan listrik di Pasar Parakanmuncang. Kami telah melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pihak pengelola pasar untuk langkah penanganan lebih lanjut,” ujarnya.
Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi mengenai langkah teknis konkret yang akan dilakukan PLN, apakah berupa penggantian tiang, pengamanan sementara, atau penanganan darurat guna mencegah potensi kecelakaan.
Baca Juga:Kenali Ciri dan Cara Mengetahui Anak Cerdas Melalui Tes GriffithSUMEDANG 2025: Investasi Rp5,6 Triliun Mengalir, 105 Ribu Warga Masih Miskin, 39 Ribu Menganggur
Kondisi tersebut memicu kekhawatiran warga. Pasar Parakanmuncang merupakan kawasan dengan aktivitas padat setiap hari. Keberadaan tiang listrik keropos dinilai bukan sekadar persoalan infrastruktur, melainkan ancaman serius bagi keselamatan masyarakat.
Warga berharap ada tindakan nyata dan transparan dari PLN, agar potensi risiko dapat segera diminimalkan sebelum terjadi insiden yang tidak diinginkan.(kos)
