CIMANGGUNG – Ancaman tak kasat mata itu menggantung tepat di atas kepala pengguna jalan. Sebuah kabel listrik tegangan tinggi milik PT PLN (Persero) terlihat menjuntai hingga mendekati bahu jalan di Kampung Nagrog, Desa Pasir Nanjung, Kecamatan Cimanggung. Kondisi ini sontak memicu keresahan warga yang khawatir potensi kecelakaan bisa terjadi kapan saja.
Kabel yang semestinya terpasang tinggi dan aman, justru tampak turun drastis. Dalam beberapa titik, posisinya dinilai sudah terlalu rendah dan berbahaya, terutama bagi kendaraan besar yang kerap melintas di jalur tersebut.
Situasi ini bukan sekadar gangguan teknis biasa. Bagi warga, kondisi tersebut adalah ancaman nyata.
Baca Juga:Ubi Cilembu Masuk Kampus, Polres Sumedang Gandeng Ikopin University Garap 2 HektareHalte di Pusat Kota Rusak dan Kotor, Warga Sumedang Minta Perhatian Pemerintah
Seorang warga setempat, Andre Bared, mengaku resah setiap kali melintas di lokasi tersebut. Ia khawatir kabel itu tersangkut kendaraan, khususnya truk bertonase tinggi yang hampir setiap hari melintas.
“Kalau ada kendaraan truk lewat, kemungkinan kabelnya nyangkut karena sudah turun menjuntai ke jalan,” ujarnya, Rabu kepada Sumeks (18/3/2026).
Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. Jalur di kawasan tersebut dikenal cukup padat, terlebih oleh kendaraan logistik dan angkutan berat. Jika kabel tersangkut, bukan hanya berisiko merusak jaringan listrik, tetapi juga bisa memicu kecelakaan beruntun.
Lebih dari itu, warga juga mencemaskan kemungkinan terburuk: kabel putus dan jatuh ke jalan.
Dengan tegangan listrik yang tinggi, situasi tersebut berpotensi mengancam nyawa pengguna jalan yang melintas. Risiko tersengat listrik hingga kecelakaan fatal menjadi bayangan yang terus menghantui.
Kondisi ini pun memantik kritik terhadap respons pihak PT PLN (Persero). Warga menilai, pengawasan terhadap infrastruktur kelistrikan seharusnya dilakukan secara berkala dan menyeluruh, bukan menunggu laporan atau kejadian yang hampir menimbulkan korban.
Di tengah meningkatnya aktivitas lalu lintas, terutama menjelang periode padat kendaraan, kondisi kabel menjuntai dinilai sebagai kelalaian yang tidak bisa dianggap sepele.
Baca Juga:SE Bupati Sumedang 60/2025 Diabaikan ASN, Sopir Angkot Keluhkan Jumat Ngangkot Tak EfektifProgram Jumat Ngangkot Bupati Sumedang Dinilai Tak Efektif, Sopir Angkot Sebut ASN Paling Satu-Dua yang Naik
“Ini bukan hal kecil. Kalau sampai putus atau nyangkut kendaraan, dampaknya bisa fatal,” ungkap salah seorang warga lainnya.
Desakan pun muncul agar PLN lebih sigap dan proaktif dalam melakukan pengecekan jaringan listrik di wilayah rawan.
