Pak Rohmat, mungkin sebentar lagi kau pensiun. Bukan karena umur, tapi karena profesimu kalah oleh algoritma.
Buku agung yang kau jaga kini tinggal monumen. Anak-anak bangsa lebih percaya pada “asisten pribadi super cerdas” ketimbang pada lembaran kertas.
Begitulah hidup: nalar tergadai, perpustakaan sepi, dan bangsa ini menyerahkan masa depannya pada mesin yang tak pernah tidur. Selamat Hari Pendidikan Nasional! (Kang Marbawi 030526)
