“Guru merupakan ujung tombak pembinaan olahraga di sekolah. Jika guru memiliki keterampilan manajerial yang baik, maka proses pengelolaan pembelajaran olahraga di sekolah pun akan lebih hidup, kontekstual, dan menyenangkan bagi anak-anak,” ujarnya.
Sementara itu, Prof. Dr. H. Nurlan Kusmaedi, M.Pd., menegaskan bahwa penguatan kemampuan manajerial melalui pelatihan ini selaras dengan misi PTMSI Jawa Barat.
“Kami di Jawa Barat mendorong agar kegiatan semacam ini tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga peningkatan keterampilan dan pengetahuan.
Baca Juga:Sales Rokok Dirampok Hingga Dibuang di Jalan Tol, Tiga Pelaku Tak Berkutik Saat Polisi MeringkusnyaAngkot Ngetem Sembarangan, Jalan Kota Kian Menyempit
Dengan keterampilan manajerial yang kuat, guru dapat mengembangkan pengelolaan kegiatan perlombaan Pendidikan Jasmani yang lebih kreatif dan berkelanjutan, khususnya cabang olahraga tenis meja” tegasnya.
Pelatihan berlangsung dengan suasana hangat dan penuh semangat.
Para guru dan mahasiswa Pendidikan Jasmani, tidak hanya diberikan materi teori mengenai sistem organisasi pertandingan, manajemen olahraga, dan peraturan permainan tenis meja, tetapi juga praktik langsung mengelola suatu pertandingan yang akan dilaksanakan oleh Kampus UPI di Sumedang pada bulan Juni-Juli 2026.
Di akhir kegiatan, para peserta menyampaikan rasa syukur dan berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pengayaan kompetensi guru dan peningkatan kemampuan mahasiswa.
Dengan terselenggaranya pelatihan ini, Kampus UPI di Sumedang meneguhkan kiprahnya sebagai pusat pendidikan dan pengabdian yang berorientasi pada peningkatan kualitas guru dan mahasiswa Pendidikan Jasmani, sekaligus pengembangan keterampilan manajerial di Jawa Barat.(adv)
