Selama bertugas, ia terlibat dalam berbagai program pembangunan strategis, di antaranya pengembangan Gedung Budaya Geoteater Rancakalong, pelestarian seni tradisi Tarawangsa, Gambang Kromong, dan Tari Umbul, pengusulan Geopark Lembah Cisaar Jatigede, pembangunan Jalan Lingkar Utara Jatigede, hingga identifikasi berbagai situs sejarah di Kabupaten Sumedang.
Saat ini, ia juga aktif mengembangkan kajian mengenai budaya serta local wisdom dan traditional wisdom sebagai bagian dari pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Berangkat dari Dunia Literasi
Ketertarikan Sumirta terhadap dunia kepenulisan telah tumbuh sejak menempuh pendidikan di Fakultas Kehutanan Universitas Winaya Mukti (UNWIM) Jatinangor.
Baca Juga:Rektor IKOPIN University Dorong Rice Bran Jadi Solusi Gizi Nasional, Usulkan Reformasi Kebijakan PanganProgram MBG SPPG Mandalaherang Jangkau 478 Penerima Manfaat di Desa Cibeureum Wetan Sumedang
Saat menjadi mahasiswa, ia aktif sebagai kontributor Buletin Jumat Fakultas Kehutanan, Wakil Ketua DKM Asy-Syajaroh, serta berkiprah di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Badko Jatinangor dan MASIKA ICMI.
Di ICMI, kiprahnya terus berlanjut. Ia pernah menjabat Sekretaris Jenderal ICMI Orda Sumedang periode 2020–2025, menjadi Anggota Departemen Lingkungan Hidup ICMI Organisasi Wilayah Jawa Barat, dan kini mengemban amanah sebagai Wakil Ketua Umum ICMI Orda Sumedang periode 2025–2030.
Melalui refleksi tersebut, Sumirta berharap ICMI Sumedang semakin mengukuhkan perannya sebagai organisasi yang tidak hanya menjadi tempat berhimpunnya para cendekiawan Muslim, tetapi juga mampu menghadirkan solusi konkret melalui program-program yang terukur, berkelanjutan, dan berdampak bagi pembangunan Kabupaten Sumedang.***
