“Kesadaran dakwah bukan hanya dakwah di atas mimbar saja, tetapi dakwah di bidang ekonomi. Karena kemiskinan dekat dengan kekufuran,” kata Firman.
Karena itu, HIPPI Sumedang ingin mendorong pemberdayaan masyarakat melalui sektor usaha. Organisasi ini diharapkan menjadi ruang bagi pengusaha dan profesional untuk tumbuh bersama, sekaligus membuka lebih banyak peluang ekonomi bagi masyarakat.
Niaga, dalam gagasan HIPPI Sumedang, bukan semata perkara mencari keuntungan. Di dalamnya ada jejaring, pemberdayaan, dan kemandirian. Dari aktivitas ekonomi itulah dakwah hendak diberi bentuk yang lebih nyata.(win)
