“Mahasiswa hanya memberikan fasilitasi, bagaimana mengelola sampah yang terbaik untuk kondisi desa ini,” kata Wawan.
Menurutnya, sosialisasi pengelolaan sampah merupakan salah satu program KKN yang dirancang untuk membantu masyarakat menghadapi persoalan lingkungan. Ia berharap upaya tersebut dapat mendukung terwujudnya Desa Rancakalong yang lebih bersih dan asri.
Respons positif datang dari salah seorang warga yang mengikuti kegiatan. Ia menilai sosialisasi tersebut memberikan pengetahuan baru bagi masyarakat, terutama mengenai perbedaan sampah organik dan anorganik serta cara pemanfaatannya.
Baca Juga:Deposan Somasi BPRS HIK ParahyanganRakor Bersama DPR RI, Menteri Nusron Jelaskan Tiga Kategori dan Mekanisme Penyelesaian
“Yang tadinya tidak tahu tentang sampah organik sama sampah non-organik, sekarang masyarakat insya Allah jadi tahu dan bisa memilah mana yang bisa didaur ulang, mana yang bisa dijual ke pengepul,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, KKN UNINUS Kelompok 25 dan 26 berharap kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah dapat dimulai dari lingkungan rumah tangga. Pemilahan sejak dari sumber diharapkan menjadi langkah awal untuk menciptakan lingkungan RW 08 dan Desa Rancakalong yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
