Budi Rahman Tegaskan Peran Strategis ASN: Fokus Entaskan Kemiskinan dan Perkuat PAD

Budi Rahman Tegaskan Peran Strategis ASN: Fokus Entaskan Kemiskinan dan Perkuat PAD
Pemerintah Kabupaten Sumedang terus memperkuat peran aparatur sipil negara (ASN) sebagai penggerak pembangunan daerah.
0 Komentar

SUMEDANGEKSPRES – Pemerintah Kabupaten Sumedang terus memperkuat peran aparatur sipil negara (ASN) sebagai penggerak pembangunan daerah.

Hal tersebut ditegaskan Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Sumedang, Budi Rahman, saat memimpin apel pagi di Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), Senin (24/8/2026).

Apel diikuti para kepala bagian, kepala subbagian, pejabat fungsional serta staf di lingkungan Setda Kabupaten Sumedang.

Baca Juga:Ketua Satgas Perumahan RI Sampaikan Dukungan Sertipikasi Gratis bagi MBR dari Kementerian ATR/BPNSumedang Night Walkers Fest 2026

Momentum tersebut tidak hanya menjadi sarana koordinasi internal, tetapi juga menjadi ruang untuk mengevaluasi sekaligus memperkuat komitmen ASN terhadap sejumlah agenda strategis daerah.

Dalam arahannya, Budi terlebih dahulu menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Setda yang telah terlibat aktif dalam berbagai rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Sumedang.

Mulai dari kegiatan seremoni hingga renungan suci, seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik berkat dukungan dan keterlibatan berbagai perangkat daerah.

“Terima kasih kepada seluruh pimpinan dan jajaran yang sudah melaksanakan perintah dengan baik serta terlibat aktif dalam rangkaian kegiatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI,” ujar Budi.

Di balik semarak peringatan kemerdekaan, Budi mengingatkan bahwa pemerintah daerah masih menghadapi pekerjaan besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia menyoroti angka kemiskinan Sumedang yang masih berada di kisaran 8,9 persen. Kondisi tersebut, menurutnya, membutuhkan keterlibatan nyata seluruh ASN, tidak cukup hanya mengandalkan perangkat daerah yang menangani sektor sosial.

“Ini menuntut komitmen moral utama dari teman-teman ASN,” tegasnya.

Budi meminta para kepala perangkat daerah mengambil peran lebih aktif sebagai risk officer di masing-masing kecamatan. Peran tersebut diarahkan untuk memastikan berbagai persoalan pembangunan, khususnya kemiskinan, dapat dipetakan dan ditangani secara lebih konkret.

Baca Juga:Dompet Yang Belum Merdeka! Pak Presiden Merdeka!Parade Perahu Pasirtugaran Jadi Magnet Wisata Baru dan Penggerak Ekonomi Masyarakat Jatigede

Selain kemiskinan, persoalan stunting juga menjadi perhatian. Budi menyebut angka stunting Sumedang saat ini mencapai 17,9 persen, sehingga diperlukan langkah bersama dan terukur untuk mempercepat penurunannya.

“Kepala perangkat daerah harus menjadi risk officer di masing-masing kecamatan dalam rangka mengentaskan kemiskinan dan menurunkan stunting,” katanya.

Komitmen tersebut selanjutnya akan diperkuat melalui perjanjian kinerja yang dijadwalkan berlangsung pada Senin sore.

0 Komentar