Maulid Nabi, Menyiapkan Generasi

Maulid Nabi, Menyiapkan Generasi
BERI SAMBUTAN: Kepala Desa Licin, Zulkifli M. Ridwan, memberikan sambutan pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Aula Kantor Desa Licin, Kecamatan Cimalaka, Kamis (3/9).(Achmad/Sumeks)
0 Komentar

SUMEDANGEKSPRES, CIMALAKA – Lebih dari 200 warga Desa Licin, Kecamatan Cimalaka, berkumpul di aula kantor desa, Kamis, 3 September 2026. Mereka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus mempererat hubungan antarwarga.

Kepala Desa Licin, Zulkifli M. Ridwan, mengatakan jemaah yang hadir berasal dari 10 lingkungan rukun warga. Tiga organisasi keagamaan—Muslimat Nahdlatul Ulama, Al-Hidayah, dan Badan Koordinasi Majelis Taklim Masjid—ikut terlibat dalam kegiatan tersebut.

Kekompakan itu bahkan diwujudkan melalui grup kasidah gabungan yang menjadi ciri kegiatan keagamaan Desa Licin.

Baca Juga:Kebonjati Tetapkan Lima Calon KadesSatpol PP Tertibkan 73 Bangunan Liar

Bagi Zulkifli, Maulid Nabi bukan sekadar peringatan keagamaan. Momentum itu, kata dia, dapat menjadi ruang untuk membicarakan persoalan sosial yang bersentuhan langsung dengan kehidupan keluarga, salah satunya pencegahan stunting.

Ia mengajak warga meneladani akhlak Rasulullah sekaligus lebih matang mempersiapkan kehidupan berkeluarga. Salah satu yang disorot adalah pernikahan usia dini.

Menurut Zulkifli, masyarakat perlu mempertimbangkan usia pernikahan yang lebih matang. Ia mengimbau warga berada pada rentang usia 21 hingga 25 tahun sebelum menikah sebagai bagian dari upaya meminimalkan risiko kesehatan ibu dan anak.

“Peringatan Maulid Nabi ini kita jadikan momentum untuk mempererat silaturahmi, meneladani akhlak Rasulullah SAW, sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan keluarga dan pencegahan stunting,” ujar Zulkifli.

Kehadiran warga dari berbagai wilayah menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap kegiatan tersebut. Kolaborasi tiga organisasi keagamaan juga memperlihatkan bahwa agenda desa dapat menjadi ruang bertemunya berbagai kelompok masyarakat.

Pemerintah Desa Licin berencana mempertahankan kegiatan keagamaan sebagai agenda berkelanjutan. Program itu menjadi bagian dari pelaksanaan Rencana Kerja Pemerintah Desa melalui “Licin Berseri”—akronim dari Bersih, Sehat, dan Religius.

Program tersebut tidak hanya diarahkan untuk memperkuat kehidupan keagamaan, tetapi juga mendorong kepedulian warga terhadap kebersihan, kesehatan, dan kebersamaan.

Baca Juga:Serahkan Sertipikat Aset BMD dan BUMD Pemprov Kalsel, Wamen Ossy: Perkuat Kepastian Hukum Aset DaerahDinsos Jemput Bola Seleksi Sekolah Rakyat

Zulkifli berharap nilai-nilai yang disampaikan dalam peringatan Maulid tidak berhenti di aula desa. Keteladanan Rasulullah, menurut dia, perlu diterjemahkan ke dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam membangun keluarga yang sehat dan menyiapkan generasi berikutnya.(ahm)

0 Komentar