SUMEDANGEKSPRES, Sumedang -Pesta demokrasi tingkat desa di Kecamatan Cimalaka semakin memanas.
Sebanyak 24 calon kepala desa resmi ditetapkan untuk bertarung dalam kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang mencakup delapan desa di wilayah tersebut, dengan puncak pemungutan suara yang dijadwalkan pada 28 Oktober mendatang.
Namun, di balik resmi ditetapkan para kandidat, tersiar kabar mengejutkan dari meja panitia Pilkades tingkat desa.
Baca Juga:1.001 Warga Trunamanggala Terima Bantuan Beras, Pemdes Minta Data Penerima DievaluasiSemarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI, RSUD Umar Wirahadikusumah Perkuat Kebersamaan dan Semangat Melayani
Seleksi Ketat Gugurkan Dua KandidatJumlah kontestan yang berlaga ternyata mengalami pengurangan dari total 26 bakal calon yang sebelumnya mendaftar.
Sebanyak dua orang terpaksa harus mengubur impian mereka untuk maju setelah dinyatakan gugur akibat kendala administrasi.
Kasi Pemerintahan Desa (Pemdes) Kecamatan Cimalaka, Yayat Sukarya, S.Kom., mewakili Camat Cimalaka Eneng Yulia, S.Sos., M.Si., membeberkan alasan di balik pencoretan tersebut.
“Dua orang tersebut tidak memenuhi persyaratan administrasi secara lengkap, yaitu surat keterangan dari Dinas PMD yang menerangkan bahwa calon tidak pernah menjabat Kades selama dua periode. Sehingga panitia Pilkades di desa hanya menetapkan calon yang berkasnya benar-benar lengkap,” tegas Yayat.
Peta Persaingan di Desa TerdampakDiketahui, dua bakal calon yang gagal melaju ini berasal dari titik krusial, yakni Desa Cimalaka dan Desa Mandalaherang.
Meski demikian, dinamika politik lokal di kedua wilayah tersebut tetap berlanjut dengan format persaingan yang mengerucut.
” Desa Cimalaka, dipastikan akan menjadi arena pertarungan sengit yang diikuti oleh empat calon kepala desa,” ujar Yayat.
Baca Juga:Pengarahan di Kanwil BPN Prov Sumut, Menteri Nusron Minta Jajaran Utamakan Kemudahan Layanan MasyarakatGandeng Perguruan Tinggi, Strategi Menteri Nusron Percepat Penyelesaian Pendaftaran Bidang Tanah
Dan Desa Mandalaherang, Menghadirkan persandingan head-to-head yang ketat dengan dua calon saja, imbuhnya.
Harapan Besar untuk Pesta Demokrasi yang KondusifMenjelang hari pencoblosan pada 28 Oktober nanti, pihak kecamatan mengimbau seluruh pihak untuk menjaga keamanan dan ketertiban. Pihaknya optimis proses seleksi yang ketat ini mampu menyaring figur-figur terbaik.
“Mudah-mudahan pelaksanaan Pilkades nanti dapat menghasilkan pemimpin-pemimpin desa yang amanah sesuai dengan harapan dan aspirasi masyarakat,” pungkas Yayat. (ahm)
