Kehidupan Masyarakat Indonesia Pada Masa kemerdekaan

Kehidupan Masyarakat Indonesia Pada Masa kemerdekaan
Kehidupan Masyarakat Indonesia Pada Masa kemerdekaan(kompasiana)
0 Komentar

sumedangekspres Kehidupan Masyarakat Indonesia, kemerdekaan membawa perubahan besar dalam kehidupan bangsa Indonesia. Perubahan ini terkait dengan kehidupan sosial, pendidikan dan budaya. Berikut penjelasannya:

kehidupan sosial

Sebelum kemerdekaan, terjadi segregasi rasial yang membagi masyarakat menjadi beberapa kelas. Saat itu masyarakat Indonesia didominasi oleh orang Eropa dan Jepang, sebagian besar pribumi hanyalah orang-orang rendahan yang menjadi buruh bagi kaum bangsawan dan memerintah.

Setelah kemerdekaan, segala bentuk diskriminasi rasial dihapuskan dan semua warga negara Indonesia dinyatakan mempunyai hak dan kewajiban yang sama di segala bidang.

Pendidikan

Baca Juga:Urutan Skincare Cowok yang benar, Jangan Sampai ada yang dilewat!Stay Cation Di Hotel Horison Palma Pangandaran: Bangun Tidur langsung Menikmati Panorama Keindahan Pantai Jawa Barat!

Pada masa penjajahan, kesempatan pendidikan bagi anak-anak Indonesia sangat terbatas. Di antara anak-anak, hanya sebagian kecil yang menikmati waktu bersekolah. Akibatnya, mayoritas penduduk Indonesia tetap buta huruf.

Oleh karena itu, setelah memproklamasikan kemerdekaan, pemerintah mengangkat Ki Hajar Dewantara sebagai Menteri Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan (PP dan K). Ki Hajar Dewantara menjalani hukumannya selama 3 bulan. Setelah itu posisi dilimpahkan kepada Mr. T.S.G.

Mulia telah menjabat selama 5 bulan. Selain itu, posisi menteri PP dan K dijabat oleh Mohammad Syafei. Kemudian digantikan oleh Pak Kelvin. Pada masa Pak Kelvin, didirikan Komisi Penyelidik Pendidikan Republik Indonesia dengan tugas meneliti dan merumuskan masalah pendidikan pasca kemerdekaan. Setelah menjalankan fungsinya, komite ini mengajukan proposal kepada pemerintah. Setelah itu, struktur dasar dan sistem pendidikan di Indonesia terbentuk.

Tujuan umum pendidikan di Indonesia merdeka adalah mendidik anak-anak agar menjadi warga negara yang berguna. Diharapkan kelak mereka dapat memberi pengetahuannya kepada negara.

Dengan kata lain, tujuan pendidikan pada masa itu lebih menekankan pada penanaman semangat patriotisme. Pendidikan pada awal kemerdekaan terbagi atas empat tingkatan, yaitu pendidikan rendah, pendidikan menengah pertama, pendidikan menengah atas, dan pendidikan tinggi.

Pada akhir 1949, tercatat ada 24.775 buah sekolah rendah di seluruh Indonesia. Untuk pendidikan tinggi, sudah ada sekolah tinggi dan akademi di beberapa kota, seperti Jakarta, Klaten, Surakarta dan Yogyakarta. Selain itu, ada pula universitas, misal Universitas Gadjah Mada.

0 Komentar