Pameran Otomotif GIIAS Resmi Dibuka Harapkan Transaksi Tembus Sampai Rp 1 Triliun

Pameran Otomotif GIIAS Resmi Dibuka Harapkan Transaksi Tembus Sampai Rp 1 Triliun
RESMI DIBUKA: Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Taufiek Bawazier (jas hitam) bersama Kepala Badan Pendapatan (Bapenda) Jawa Barat Dedi Taufik (kemeja biru muda) saat mengunjungi sejumlah kendaraan yang dipamerkan dalam GIIAS di Sudirman Grand Ballroom, Rabu (22/11). (FOTO: HENDRIK MUCHLISON/JABAR EKSPRES)
0 Komentar

sumedangekspres – BANDUNG – Pameran otomotif GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) di Bandung resmi dibuka, Rabu (22/11). Pameran otomotif terbesar di Indonesia itu diharapkan bisa tembus transaksi sampai Rp 1 triliun.

Gerbang pameran di Sudirman Grand Ballroom secara simbolis dibuka sekitar pukul 10.30. Masyarakat yang hadir langsung disambut puluhan mobil keluaran terbaru yang terpajang rapi. Nampak elegan, canggih dan kekinian.

Ada berbagai merk otomotif ternama yang ikut dalam pameran yang digelar 22-26 November itu. Di antaranya, Audi, Chery, Daihatsu, DFSK, Honda, Hyundai, KIA, Lexus, Mazda, Mitsubishi Motors, Seres, Suzuki, Toyota, hingga Wuling.

Baca Juga:SMK Muhamadiyah 1 Sumedang Siapkan Lulusan MandiriPT Amandina Bumi Nusantara Pionir dalam Implementasi SNI 8424:2017 untuk Resin PET Daur Ulang

Masing – masing merk juga menampilkan mobil andalannya. Dengan harapan bisa memikat para pembeli.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Taufiek Bawazier mengungkapkan, pemilihan Kota Bandung sebagai tempat pameran juga bukan tanpa alasan. Menurutnya, Kota Bandung memiliki sejarah yang cukup lekat terkait pertumbuhan industri otomotif tanah air. “Tidak boleh lupa, tahun 1919 bengkel Mercedes Benz ada di Jalan Braga. Jadi ini juga membangkigkan sejarah bahwa dulu Bandung juga pusat otomotif,” cetusnya.

Taufiek menambahkan, industri otomotif tanah air juga kian menjanjikan. Pada triwulan III ini bisa tumbuh 7,7 persen. Saat ini teknologi juga makin berkembang. Sektor otomotif juga terus beradaptasi untuk mengeluarkan inovasi yang mengikuti perkembangan zaman.

Saat ini desain otomotif Indonesia juga terus berkembang. Taufiek berharap Jawa Barat juga bisa ambil bagian. Misalnya ikut memasukkan seni Jawa Barat ke dalam desain otomotif. “Jabar juga punya potensi besar untuk pertumbuhan industri otomotif, sekarang ada Pelabuhan Patimban untuk jalur ekspor impor,” cetusnya.

Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Yohannes Nangoi menambahkan, Bandung adalah ibu kota Jawa Barat. “Jabar adalah market otomotif terbesar kedua di Indonesia,” cetusnya.

Nangoi menambahkan, jika dulu bisa menemukan tempat yang layak untuk pameran sebenarnya sudah dari dulu GIIAS akan digelar di Bandung. Di samping itu juga banyak tumbuh industri otomotif di Jabar. Seperti di daerah Karawang.

Di sisi lain, Kepala Badan Pendapatan (Bapenda) Jawa Barat Dedi Taufik mengaku senang jika Jabar jadi tempat gelaran GIIAS 2023. Ia optimis transaksi bisa tembus Rp 1 triliun dalam pameran kali ini.

0 Komentar