Jelang Pemilu 2024, Sri Mulyani: Netralitas itu Keharusan

Jelang Pemilu 2024, Sri Mulyani: Netralitas itu Keharusan
Jelang Pemilu 2024, Sri Mulyani: Netralitas itu Keharusan/ist
0 Komentar

sumedangekspres – Dalam persiapannya menghadapi Pemilihan Umum 2024, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan penekanan kuat terhadap netralitas sebagai keharusan bagi seluruh jajaran Kementerian Keuangan.

Pada pidato yang disampaikannya dalam Rapat Kerja Pimpinan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan, Sri Mulyani menyampaikan pesannya dengan tegas.

“Tahun Pemilu jaga sikap kita, netralitas itu adalah sesuatu yang sudah menjadi keharusan,” ujar Sri Mulyani, menegaskan pentingnya menjaga netralitas di tengah dinamika politik menjelang pemilihan umum.

Baca Juga:Posisi Tidur Kamu Kayak Gini? Kata Ahli Awas Wajah Bisa Keriput!Gak Sengaja Nemu Ikan Misterius, Pria Ini Diangkat jadi PNS Tanpa Seleksi

Menurut Menteri Keuangan tersebut, sikap netral pegawai Kementerian Keuangan bukan hanya sekadar kewajiban, melainkan juga bentuk dari nilai kepribadian aparatur sipil negara (ASN).

Netralitas tersebut, lanjutnya, mengindikasikan ketaatan terhadap aturan perundang-undangan dan tata krama, yang tidak tunduk pada pengaruh pihak lain.

“Anda bisa punya preferensi apa saja lakukan pada saat anda di kotak suara. Itu adalah value yang menunjukkan bahwa kita sebagai manusia diatur oleh undang undang dan diatur oleh tata krama,” paparnya, menjelaskan bahwa preferensi pribadi tetap menjadi hak masing-masing individu pada saat memilih di dalam bilik suara.

Lebih lanjut, dalam arahannya, Sri Mulyani memberikan instruksi khusus kepada jajaran DJBC untuk memfokuskan diri pada empat tugas khusus, yakni sebagai trade facilitator, industrial assistance, community protector, dan revenue collector.

Instruksi ini merupakan bagian dari upaya memastikan kinerja optimal dalam menjalankan fungsi masing-masing.

Selain isu-isu terkait Pemilu, Sri Mulyani juga mengingatkan pentingnya respons terhadap isu-isu krusial seperti perubahan iklim, digitalisasi, dan pertumbuhan demografi Indonesia.

Ia menekankan kompleksitas tugas dalam menjaga keberlanjutan ekonomi dan ketahanan negara di tengah perubahan teknologi yang cepat dan mobilitas masyarakat yang dinamis.

Baca Juga:Astagfirullah, Siswa SMP Cabuli Murid TK di Pinggir Kali CipinangHeboh Ban Mobil Jokowi Bocor, Ini Kata Istana

“Dengan populasi Indonesia yang terus meningkat, kita ingin menjadi negara kaya dan maju. Maka, nanti tugas Anda menjadi jauh lebih kompleks. Community protector nya menjadi sangat complicated,” ungkapnya.

Di akhir pidatonya, Menteri Keuangan mengajak seluruh jajaran DJBC untuk meningkatkan sinergi, kolaborasi, dukungan, dan kepercayaan antar unit di lingkungan Kementerian Keuangan.

Pemimpin tersebut meyakinkan bahwa dengan manajemen leadership dan pengelolaan sumber daya yang baik, tantangan-tantangan yang dihadapi dapat diatasi dengan baik.

0 Komentar