sumedangekspres, PAMULIHAN – Sebanyak 540 perangkat desa dari 270 desa di 26 kecamatan di Kabupaten Sumedang mengikuti kegiatan Pesantren Kilat. Acara ini berlangsung di Ponpes Internasional Asy-Syifaa Wal Mahmuudiyyah, Dusun Simpang Desa Haurngombong Kecamatan Pamulihan, baru-baru ini.
Pimpinan Pondok Pesantren, Abuya KH. Muhyidin Abdul Qadir Al Manafi MA, menyatakan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan perangkat desa dalam menjalankan tugas pemerintahan yang amanah. Selain itu, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan kinerja pemerintah desa yang akuntabel.
“Pesantren Kilat ini merupakan bagian dari Program Pengembangan Kepemimpinan berbasis agama. Tujuannya adalah membentuk perangkat desa yang mampu mengamalkan norma agama secara kuat serta mendorong terciptanya aparatur yang profesional,” ujar Abuya.
Baca Juga:Daya Tampung SMA di Cimanggung OverloadTabur Samara Desa Rancakalong, KPM Terima Bibit TernakÂ
Yayasan Islam Internasional Asy-Syifaa Wal Mahmuudiyyah bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumedang dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut. Mereka telah menyusun Buku Panduan Pesantren Kilat untuk memastikan kelancaran dan kesuksesan acara.
Abuya menjelaskan, bahwa manfaat dari kegiatan tersebut adalah untuk membentuk perangkat desa yang memiliki pengetahuan dan pemahaman agama yang luas serta menyeluruh. Hal itu penting agar perangkat desa mampu mengimplementasikan Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat membentuk perangkat desa yang sadar akan kedudukan penting dan strategis mereka. Mereka diharapkan mampu mengemban tugas sebagai khalifah fil ardi sekaligus abdi masyarakat dan negara.
“Perangkat desa juga diharapkan mampu mengamalkan norma agama yang kuat, sehingga mendorong terciptanya aparatur yang profesional,” tambah Abuya.
Pesantren Kilat tersebut diikuti oleh dua orang dari setiap desa, yakni satu orang sekretaris desa dan satu orang kasi atau kaur yang membidangi pelayanan keagamaan. Setiap gelombang pelaksanaan berlangsung selama dua hari.
Kegiatan itu merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah Kabupaten Sumedang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di tingkat desa. Dengan demikian, perangkat desa diharapkan dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.
Selain meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, kegiatan ini juga diharapkan dapat mempererat hubungan antara perangkat desa dan masyarakat. Dengan demikian, sinergi antara pemerintah desa dan masyarakat dapat terjalin lebih baik, sehingga pembangunan di tingkat desa dapat berjalan lebih efektif dan efisien. (kos)
