sumedangekspres, SURIAN – Setiap musim hujan, Sungai Cibodas di Desa Wanasari Kecamatan Surian dipastikan airnya meluap. Akibatnya, hamparan sawah milik warga tergenang di dua desa, yaitu Desa Wanasari dan Ranggasari.
Tokoh masyarakat setempat, Gunawan membenarkan seringnya Sungai Cibodas meluap dan mengakibatkan lahan sawah tergenang jika terjadi hujan deras di hulu sungai.
“Terkadang, luapan air itu mengakibatkan tanaman padi ikut terendam hingga mengalami gagal panen,” kata Gunawan saat berbincang dengan Sumeks, Senin (3/3).
Baca Juga:Makanan Beraroma Tak Sedap Warnai Program MBG di JatinangorMemakmurkan Masjid Ala PAC GP Ansor dan IPNU Jatinangor
Dia tidak mengetahui secara jelas luasan lahan warga yang tergenang di kedua desa tersebut. Pasalnya, air tidak tetap mengalir ke suatu tempat, kadang ke kanan badan sungai ataupun kiri badan sungai.
“Kami tidak mengetahui luasan lahan yang tergenang karena air tidak tetap arah mengalirnya. Namun, dipastikan lahan sawah di sekitar tepian Sungai Cibodas sering tergenang,” jelasnya.
Tidak hanya sampai disitu, lanjut dia, pondasi jembatan Cibodas juga sudah mulai terkikis di kedua sisi. Badan jembatan pun rawan ambruk.
Menurutnya, kerusakan pondasi jembatan dikarenakan saat hujan deras dan air sungai Cibodas meluap aliran air akan membentur pondasi jembatan di kedua sisi hingga mengalami kerusakan dan berlubang.
Diakui, apabila kejadian tersebut dibiarkan atau tidak cepat ada penanggulangan, maka kemungkinan jembatan itu akan ambruk.
“Penanggulangannya harus dipasang bronjong yang kokoh, di sekitar pondasi jembatan,” tegasnya.
Meluapnya Sungai Cibodas disebabkan air dari wilayah Desa Jingkang Kecamatan Tanjungmedar sangat besar. Dan, mengalir ke wilayah Sungai Cibodas yang dangkal.
Baca Juga:Bumdesma LKD Utama Sejahtera Fokus Lanjutkan Dua Program Usaha Kultum Ramadan di Masjid Agung Sumedang Sarana Refleksi Masyarakat
Diakui, warga berharap kepada pihak PUPR dan Bupati Sumedang untuk segera melakukan penanggulangan.
“Lebih baik gerak cepat melakukan penanggulangan dari pada menunggu jembatan ambruk,” ujarnya. (bim)
