sumedangekspres, KOTA – Pemerintah Desa Kebonjati mulai merealisasikan alokasi Dana Desa Tahap 1 tahun 2025 untuk pembangunan infrastruktur, salah satunya melalui pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di Dusun Bojongjati RT 07 RW 03. Proyek tersebut menjadi tahap awal pembukaan jalan alternatif menuju destinasi wisata Gunung Kacapi.
Kepala Wilayah 2 Desa Kebonjati, Rudi Ramdhani, menyampaikan, pembangunan TPT dimulai pada Rabu (30/4) dan hingga kini masih berlangsung.
“Pembangunan TPT ini merupakan fondasi awal untuk akses jalan menuju Gunung Kacapi. Panjangnya 75 meter, tinggi 1,5 meter, dan lebar 0,4 meter,” ujarnya saat ditemui Sumeks pada kegiatan monitoring proyek, Senin (5/5).
Baca Juga:Luncurkan LMS-SCSA, ASN Sumedang Dituntut Berinovasi Melalui Platform DigitalKampung Zakat Atasi Persoalan Masyarakat Sumedang
Rudi menjelaskan, lahan yang digunakan untuk jalan merupakan hasil hibah dari warga setempat. Ia berharap jalan alternatif tersebut dapat memberikan manfaat luas bagi seluruh masyarakat Desa Kebonjati.
“Bukan hanya untuk warga Dusun Bojongjati, tapi seluruh warga bisa merasakan dampaknya,” katanya.
Selain meningkatkan aksesibilitas ke objek wisata Gunung Kacapi, pembangunan jalan ini juga diharapkan dapat mendongkrak perekonomian masyarakat serta meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes).
“Setelah jalan selesai, kami akan promosikan wisata Gunung Kacapi agar menarik lebih banyak pengunjung,” tambah Rudi.
Sementara itu, Wakil Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kebonjati, Memet Rachmat, menyambut baik pelaksanaan pembangunan tersebut. Ia menegaskan, proses hibah tanah telah melalui prosedur hukum yang jelas.
“Hibah ini tidak hanya secara lisan, tapi juga dibuatkan surat pernyataan dan berita acara. Kami berharap pembangunan ini dapat terus berlanjut meskipun secara bertahap,” ungkapnya. (ahm)
