SUMEDANG EKSPRES – Indonesia memiliki banyak tanaman lokal yang sebenarnya menyimpan potensi besar untuk dikembangkan, dan salah satunya adalah hanjeli (Coix lacryma-jobi L.).
Tanaman serealia ini belakangan menarik perhatian peneliti karena kandungan gizinya yang tinggi. Biji hanjeli kaya akan asam amino esensial seperti tirosin, lisin, arginin, dan leusin, serta mengandung mineral penting yang dibutuhkan tubuh.
Penelitian Kadapi et al. (2023) bahkan menunjukkan bahwa biji hanjeli memiliki antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan kulit dan kadar karbohidrat yang lebih tinggi dibanding padi, sehingga layak dipertimbangkan sebagai pangan alternatif.
Baca Juga:Aktivitas Padat Tanpa Khawatir Bau Badan, Ini Deodorant Natural Andalan Seharian4 Contoh Surat Izin Tidak Masuk Kerja Karena Keluarga Meninggal yang Resmi dan Bisa Langsung Dipakai
Menariknya, potensi hanjeli tidak berhenti pada aspek gizi saja. Pati hanjeli juga menunjukkan peluang besar sebagai bahan dasar bioplastik.
Pati ini tersusun dari amilosa dan amilopektin, dengan kandungan masing-masing 11,87% dan 58,93% (Dewandari et al., 2020).
Komposisi tersebut penting karena kadar amilosa dan amilopektin sangat memengaruhi karakter biofilm.
Muryeti (2024) menjelaskan bahwa polisakarida seperti pati dapat berfungsi sebagai pembentuk gel pada bioplastik.
Sementara itu, Ilvis et al. (2024) menemukan bahwa amilosa tinggi menghasilkan biofilm yang lebih kaku namun mudah patah, sedangkan amilopektin yang tinggi membuat film lebih fleksibel.
Kandungan amilopektin hanjeli yang dominan menjadikannya kandidat ideal untuk dikembangkan sebagai bahan biofilm.
Pembuatan biofilm sendiri umum menggunakan polisakarida seperti pati, selulosa, atau kitin, dan pati dari tanaman merupakan bahan utama plastik biodegradable.
Baca Juga:5 Contoh Surat Izin Tidak Masuk Kerja karena Keperluan Keluarga yang Baik dan BenarDoa untuk Mencerahkan Aura Wajah agar Lebih Tenang dan Berseri
Namun, sifat fisikokimia pati perlu diuji terlebih dahulu karena tidak semua pati menghasilkan biofilm yang baik.
Dalam prosesnya, sering ditambahkan plasticizer untuk meningkatkan elastisitas dan mengurangi kerapuhan (Fahrullah & Ervandi, 2021).
Filler juga dapat ditambahkan untuk memperkuat film, meskipun dapat menurunkan elongasi dan memperlambat biodegradasi (Rafid et al., 2021).
Meski menjanjikan, pati hanjeli dalam bentuk alami masih memiliki kekurangan.
Biofilm dari pati alami cenderung kurang kuat dan kurang tahan air, serta memiliki sifat mekanik yang lebih rendah dibanding plastik konvensional (Marsa et al., 2023).
Karena itu, metode modifikasi pati diperlukan untuk meningkatkan performanya.
Dengan perkembangan riset yang semakin maju, hanjeli berpeluang besar menjadi bukan hanya pangan bergizi, tetapi juga bahan baku bioplastik lokal yang ramah lingkungan.
