Harga Telur Merangkak Naik, Komoditas Lain di Pasar Tanjungsari Masih Terkendali

Pasar Tradisional Tanjungsari
MELAYANI: Pedagang telur melayani pembeli di Pasar Tradisional Tanjungsari. Harga telur ayam tercatat naik hingga Rp31.000 per kilogram, sementara harga kebutuhan pokok lainnya masih relatif stabil.(Engkos/Sumeks)
0 Komentar

SUMEDANG EKSPRES – Harga telur ayam di Pasar Tradisional Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir.

Berdasarkan pantauan Sumeks di lapangan, harga telur kini berada di kisaran Rp31.000 per kilogram, naik dibandingkan pekan sebelumnya.

Kenaikan tersebut langsung terasa bagi masyarakat, mengingat telur ayam merupakan salah satu bahan pangan utama yang paling banyak dikonsumsi.

Baca Juga:TPK Hotel Sumedang Tembus 35,89 Persen, BPS: Bintang Melonjak, Non Bintang LesuPMI Sumedang Siaga Nataru, Dua Posko Aktif Jaga Keselamatan Warga

Meski demikian, kondisi pasar secara umum masih relatif kondusif. Sejumlah komoditas kebutuhan pokok lainnya belum menunjukkan gejolak harga yang berarti.

Staf UPT Pasar Tanjungsari, Cepi, mengatakan hingga saat ini kenaikan harga masih terbatas pada komoditas telur. Sementara bahan pokok lain seperti beras, minyak goreng, gula, dan sayuran masih berada pada harga normal.

“Untuk kebutuhan pokok lainnya masih terpantau stabil. Saat ini memang hanya telur yang mengalami kenaikan harga,” ujar Cepi saat ditemui di pasar.

Menurutnya, pihak pengelola pasar terus melakukan pemantauan rutin guna memastikan ketersediaan barang tetap aman serta mencegah lonjakan harga yang berpotensi membebani masyarakat.

Selain itu, dia pun mengaku koordinasi dengan pedagang juga terus dilakukan untuk menjaga stabilitas pasokan.

Cepi mengimbau masyarakat agar tetap berbelanja secara bijak dan menyesuaikan kebutuhan sehari-hari, sembari menunggu perkembangan harga ke depan.

Terakhir, pengelola pasar pun berharap kenaikan harga telur bersifat sementara dan dapat kembali stabil dalam waktu dekat. (kos)

0 Komentar