Lesunya Penjualan Sapi Tak Halangi Pasar Hewan Tanjungsari Capai PAD 100 Persen

Pasar Hewan Tanjungsari
ILUSTRASI: Aktivitas jual beli di Pasar Hewan Tanjungsari. Meski perdagangan sapi menurun, transaksi kambing dan domba menopang capaian PAD tahun 2025.(Engkos/Sumeks)
0 Komentar

SUMEDANG EKSPRES, TANJUNGSARI – Di tengah lesunya perdagangan sapi dan pergeseran pola jual beli ternak ke sistem daring, UPTD Pasar Hewan Tanjungsari justru mencatat kinerja positif sepanjang tahun 2025. Pasar hewan ini berhasil menembus target Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga 100 persen.

Kepala UPTD Pasar Hewan Tanjungsari, Rani Haryono, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh pegawai dalam mengelola pasar dan mengoptimalkan potensi retribusi, meski kondisi perdagangan ternak besar tidak sepenuhnya menggembirakan.

“Alhamdulillah, meskipun perdagangan sapi sedang lesu, target PAD yang dibebankan tetap bisa kami capai 100 persen. Ini hasil kerja bersama seluruh jajaran,” ujar Rani.

Baca Juga:Libur Sekolah, Pasar Malam di Alun-alun Tanjungsari Jadi Magnet Hiburan KeluargaLaunching Smartpole, Inovasi Teknologi Dorong Layanan Publik Kota Cerdas

Berdasarkan data, target PAD Pasar Hewan Tanjungsari tahun 2025 yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten Sumedang sebesar Rp15,046 juta. Target tersebut berhasil direalisasikan sepenuhnya hingga akhir tahun.

Rani mengakui, jumlah ternak besar, khususnya sapi, yang masuk ke Pasar Hewan Tanjungsari mengalami penurunan cukup signifikan. Salah satu penyebab utamanya adalah perubahan pola transaksi jual beli yang kini mulai bergeser ke platform online.

“Sekarang penjualan sapi banyak dilakukan secara daring. Bukan hanya makanan atau pakaian, ternak pun ikut terdampak digitalisasi. Ini tentu berpengaruh pada aktivitas pasar hewan,” jelasnya.

Meski demikian, penurunan transaksi sapi berhasil ditutup oleh masih stabilnya perdagangan hewan kecil seperti kambing dan domba. Komoditas tersebut dinilai tetap diminati dan menjadi penopang utama penerimaan retribusi pasar.

“Untuk kambing dan domba, alhamdulillah masih ramai. Pedagang dan pembeli tetap datang langsung ke pasar, sehingga retribusi tetap berjalan dan target PAD bisa tercapai,” ungkap Rani.

Ke depan, UPTD Pasar Hewan Tanjungsari berkomitmen untuk terus beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa meninggalkan fungsi utama pasar tradisional sebagai pusat aktivitas ekonomi peternak.

“Kami akan terus berupaya menjaga eksistensi pasar hewan agar tetap relevan dan memberi manfaat bagi peternak maupun daerah,” pungkasnya. (kos)

0 Komentar