Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang mulai menelusuri dugaan buruknya penanganan pasien kecelakaan di Puskesmas Jatinunggal yang sempat viral dan menuai sorotan publik.
SUMEDANG EKSPRES – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumedang angkat bicara terkait dugaan buruknya pelayanan kesehatan terhadap pasien kecelakaan di wilayah Jatinunggal yang ramai diperbincangkan publik.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Sumedang, dr. Sidik Rahmatullah, menegaskan pihaknya tidak akan gegabah dalam menyimpulkan kejadian tersebut. Dinkes akan melakukan penelusuran menyeluruh dengan membandingkan berbagai sumber informasi.
Baca Juga:Kunjungan Wisatawan ke Sumedang Turun, Okupansi Hotel Ikut MelemahDiduga Tak Dapat Ambulans dari Puskesmas Jatinunggal, Pasien Kecelakaan Diangkut Motor ke RSUD Sumedang
“Secara umum kami akan telusuri dan komparasi kronologi kejadiannya, baik dari pemberitaan media maupun dari pihak puskesmas sebagai pemberi layanan,” ujar dr. Sidik saat dikonfirmasi, Selasa (7/4).
Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menjaga objektivitas dan memastikan prinsip cover both sides tetap dikedepankan sebelum menarik kesimpulan.
Ia menambahkan, hasil penelusuran nantinya akan dirangkum dalam bentuk evaluasi menyeluruh, termasuk mengidentifikasi aspek pelayanan yang perlu diperbaiki.
“Barulah nanti bisa dibuat resume dan penilaian, aspek mana yang perlu dikoreksi dan dievaluasi,” jelasnya.
Lebih lanjut, dr. Sidik memastikan bahwa setiap laporan atau keluhan masyarakat terkait pelayanan kesehatan akan menjadi perhatian serius Dinkes Sumedang.
“Setiap laporan terkait pelayanan akan ditelusuri dan diatensi sebagai ikhtiar perbaikan mutu layanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Sebelumnya, dugaan buruknya penanganan pasien kecelakaan mencuat setelah adanya keluhan warga terkait lambannya respons di Puskesmas Jatinunggal.
Baca Juga:ASN Pemkab Sumedang WFH Setiap Jumat, Program Jumat Ngangkot Terancam Mati SuriMenilik Proyek Konsultan Rp1,85 Miliar di Sumedang, Risiko Gagal Konstruksi Mengintai?
Dalam informasi yang beredar, pasien disebut tidak mendapatkan layanan ambulans meski tersedia di lokasi, sehingga harus dibawa menggunakan sepeda motor. Bahkan, pasien dilaporkan sempat menggunakan angkutan umum untuk menuju RSUD Sumedang karena kondisi darurat.
Hingga kini, proses penelusuran masih berlangsung. Publik pun menanti hasil evaluasi resmi dari Dinkes Sumedang terkait insiden tersebut.(kos)
