SUMEDANG EKPRES – Pemerintah Desa (Pemdes) Mekarjaya Kecamatan Sumedang Utara terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, khususnya bagi ibu hamil, melalui berbagai program yang didanai dari Dana Desa tahun 2026.
Kepala Desa Mekarjaya, Dr Awandi Nopyan S MPd., melalui Sekretaris Desa (Sekdes) Mekarjaya, Apit Supriatna, menjelaskan bahwa salah satu program yang tengah berjalan adalah kegiatan kelas ibu hamil.
Program ini masuk dalam bidang pelaksanaan pembangunan, tepatnya pada Sub bidang kesehatan.
Baca Juga:Pemdes Jatimulya Perbaiki Jalan Penghubung Antar Desa di Dusun RancamuktiPesan Menteri Nusron untuk Jajaran di Riau: Pemimpin Harus Memudahkan Pelayanan bagi Masyarakat
“Untuk kegiatan kelas ibu hamil ini didanai dari Dana Desa tahun 2026. Di Desa Mekarjaya sendiri, tahun ini kami menganggarkan untuk 10 orang ibu hamil,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut merupakan realisasi program yang berjalan dari Januari hingga April 2026.
Sasaran peserta tidak ditentukan berdasarkan wilayah RW, melainkan berdasarkan kondisi kesejahteraan keluarga.
“Biasanya kegiatan yang didanai Dana Desa lebih kepada intervensi, jadi diprioritaskan untuk warga kurang mampu. Ini juga sebagai upaya pencegahan risiko stunting sejak dini,” jelas Apit.
Selain program kesehatan, Pemdes Mekarjaya juga tetap menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) kepada masyarakat.
Namun, jumlah penerima manfaat (KPM) mengalami penyesuaian akibat adanya refocusing anggaran dari pemerintah pusat.
“Untuk tahun ini, kami hanya mampu mengalokasikan BLT-DD kepada 10 KPM, dengan besaran Rp300 ribu per bulan yang diberikan secara rutin,” katanya.
Baca Juga:Catat Gratis! Bikin KTP di Kantor Kecamatan SukasariPastikan Integritas Pemimpin, Puluhan Pegawai Perumda Air Minum Tirta Medal Sumedang Jalani Tes Urine Narkoba
Menurut Sekdes, kebijakan refocusing anggaran, termasuk untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, cukup mempengaruhi volume realisasi bantuan tersebut.
Meski demikian, Pemdes Mekarjaya berharap ke depan masyarakat dapat semakin sejahtera sehingga tidak lagi bergantung pada bantuan sosial.
“Harapan kami, ke depan masyarakat tidak harus bergantung pada BLT. Artinya tingkat kesejahteraan warga sudah meningkat,” ungkapnya.
Ia juga berharap program kelas ibu hamil tetap menjadi prioritas pemerintah pusat karena dinilai efektif dalam menekan angka stunting.
“Kelas ibu hamil ini penting sebagai upaya pencegahan agar stunting bisa ditekan sejak dini,” tutup Sekdes. (ahm)
