Digitalisasi Minimalisir Potensi Kebocoran, Wabup: Data yang Baik Akan Menghasilkan Keputusan yang Baik

Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila membuka secara resmi High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluas
Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila membuka secara resmi High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kabupaten Sumedang Tahun 2026 di Pondokan Hanjuang Hegar, Cimalaka, Rabu (15/7/2026). 
0 Komentar

SUMEDANGEKSPRES – Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila membuka secara resmi High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kabupaten Sumedang Tahun 2026 di Pondokan Hanjuang Hegar, Cimalaka, Rabu (15/7/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) itu turut dihadiri Sekretaris Daerah Hj. Tuti Ruswati, jajaran perangkat daerah, Bank Indonesia Perwakilan Jawa Barat, perbankan, serta para pemangku kepentingan lainnya.

Wabup Fajar menegaskan bahwa digitalisasi transaksi pemerintah daerah bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, efektif, efisien, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Baca Juga:Bertengger di bahu Jalan, Satpol PP Terpaksa Robohkan Bangli, Yanuarti Kania Dewi: Ini Tahap AwalWabup Sumedang Terima Kunker Pemkab Lebak, Bagikan Praktik Baik Implementasi Program MBG

“Pak Bupati selalu berpesan, good data, good decision, good result. Data yang baik akan menghasilkan keputusan yang baik, dan keputusan yang baik akan menghasilkan hasil yang baik. Karena itu, data harus terintegrasi melalui sistem digital,” ujarnya.

Wabup Fajar mengatakan, digitalisasi tidak hanya bertujuan mempermudah transaksi, tetapi juga memperkuat pengawasan, meningkatkan penerimaan daerah, serta meminimalkan potensi kebocoran.

Ia mencontohkan pemanfaatan QRIS pada angkutan umum, pasar tradisional, rumah sakit hingga layanan publik lainnya sebagai bagian dari transformasi digital yang harus terus diperluas.

Ia juga menyoroti masih adanya pelaku usaha yang belum terintegrasi dengan sistem pembayaran digital sehingga berpotensi menimbulkan persoalan kepatuhan pajak. Menurutnya, digitalisasi menjadi solusi agar seluruh transaksi dapat tercatat secara akurat, transparan, dan mudah diawasi.

“Jangan sampai ada lagi transaksi yang tidak tercatat. Dengan digitalisasi semuanya bisa terekam dengan baik sehingga meningkatkan akuntabilitas dan kepercayaan publik,” katanya.

Di tengah dinamika kebijakan fiskal nasional dan penyesuaian transfer ke daerah, Wabup menilai optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui digitalisasi menjadi strategi penting untuk menjaga keberlanjutan pembangunan.

Ia menyebut capaian Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) Kabupaten Sumedang terus menunjukkan tren positif. Namun, peningkatan tersebut harus diikuti dengan dampak nyata berupa meningkatnya penerimaan daerah, kepatuhan masyarakat, serta kualitas pelayanan publik.

Baca Juga:Sekolah Rakyat Harus Memiliki Fasilitas Pengolahan Sampah TerpaduRatusan Siswa Sekolah Rakyat Sumedang Ikuti MPLS, Ada Titipan Siswa dari Tasik dan Garut

Untuk itu, Wakil Bupati meminta seluruh perangkat daerah anggota TP2DD memperkuat koordinasi, melengkapi data dukung penilaian ETPD, mempercepat digitalisasi pada sektor yang masih menjadi perhatian, serta memastikan setiap inovasi digital terdokumentasikan dengan baik.

0 Komentar