Lembah Tengkorak : Nama yang Mencekam, Alam nan Menenangkan

Lembah Tengkorak : Nama yang Mencekam, Alam nan Menenangkan
KEHENINGAN: Airnya nyaris tak bergerak. Tapi memantulkan rimba. Seperti: cermin yang menyimpan rahasia. Di Lembah Tengkorak, kesunyian bukan sekadar ketiadaan suara, melainkan bahasa alam yang mengajak setiap langkah berjalan lebih pelan dan setiap mata memandang lebih dalam.(@mhdfachri_21)
0 Komentar

Barangkali karena itu, siapa pun yang tiba di sana lebih banyak memilih diam daripada berbicara.

Kesunyian di lembah bukanlah kekosongan. Ia justru penuh oleh suara-suara yang selama ini tenggelam dalam kebisingan kota: desir angin yang mengusap tajuk pohon, gemericik air yang menyelinap di sela batu, serta napas hutan yang tak pernah benar-benar berhenti.

Di salah satu batang pohon, selembar Merah Putih berkibar pelan. Bukan sebagai penanda kemenangan manusia atas alam, melainkan pengingat bahwa manusia pernah datang, lalu memilih meninggalkan tempat itu tetap sebagaimana adanya.

Baca Juga:Perkawinan Anak Masih Mengancam Ketahanan Keluarga di Nilai Menjadi Benteng UtamaKementerian ATR/BPN Bersama Komisi II DPR RI Bahas Penguatan Reforma Agraria dan Optimalisasi Peran Bank Tanah

Lembah Tengkorak menyimpan paradoks yang sulit dijelaskan. Namanya mengisyaratkan kematian, tetapi yang dihadirkannya justru kehidupan. Hutan tetap tumbuh. Air tetap mengalir. Lumut terus merambat di batang-batang tua. Bahkan keheningan pun terasa hidup.

Mungkin memang demikian cara alam mengajarkan kerendahan hati: ia tak pernah membutuhkan nama yang indah untuk menjadi indah. Di balik sebutan yang membuat orang bergidik, Lembah Tengkorak justru menyimpan salah satu wajah paling tenang dari pegunungan Sumedang. Tempat di mana sunyi bukan sesuatu yang harus ditakuti, melainkan didengarkan.(win)

0 Komentar