Sementara pada proyek e-Office Desa Super App, Dony menjelaskan sistem tersebut dibangun sebagai ekosistem digital yang menghubungkan data dan layanan dari desa hingga pemerintah daerah sehingga pelayanan publik menjadi lebih cepat, sederhana, dan terintegrasi.
Program unggulan yang telah berjalan di antaranya Desa Cantik (Desa Cinta Statistik) melalui kolaborasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dan perguruan tinggi untuk memperbarui data kesejahteraan masyarakat agar bantuan sosial lebih tepat sasaran.
Selain itu, terdapat program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) yang memanfaatkan data spasial untuk menentukan penerima bantuan dengan target sebanyak 5.160 rumah.Meski demikian, tantangan masih dihadapi berupa rendahnya kesadaran pentingnya data di tingkat desa serta kondisi geografis Sumedang yang melayani sekitar 1,2 juta penduduk.
Baca Juga:Puncak Satu Dekade KAA di Sumedang Ditutup Tablig AkbarMulya Suryadi Siap Emban Amanah PPP, Bidik Estafet Kepemimpinan Sumedang pada Pilkada 2029
Dalam paparannya, Bupati Dony juga menyampaikan arah pengembangan Smart City Sumedang ke depan, antara lain memanfaatkan teknologi digital twin untuk perencanaan wilayah, pemantauan infrastruktur, dan mitigasi bencana, melatih 5.000 aparatur desa dalam adopsi AI bersama ASEAN Foundation dan Universitas Padjadjaran, merevitalisasi kawasan permukiman di Jatinangor, serta mencari mitra strategis untuk pembangunan Sumedang Green Smart Industrial Park.
“Kami menyadari pembangunan Smart City tidak bisa dilakukan sendiri. Kunci keberhasilannya adalah kolaborasi. Karena itu kami mengajak seluruh mitra pembangunan untuk bersama-sama mewujudkan Sumedang yang semakin cerdas, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya. (red)
