SUMEDANGEKSPRES -Komitmen mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 4: Pendidikan Berkualitas terus diwujudkan melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk Pendampingan Digitalisasi Pembelajaran bagi Guru Sekolah Dasar yang diselenggarakan oleh Universitas Pendidikan Indonesia.
Kegiatan dilaksanakan dalam dua tahapan. Batch 1 berlangsung pada 25 Mei 2026 di SD Negeri Cikadu, Kabupaten Sumedang, sedangkan Batch 2 dilaksanakan pada
20–22 Juli 2026 di SD Negeri Wonoharjo, Kabupaten Pangandaran.
Melalui rangkaian pendampingan tersebut, para guru memperoleh penguatan kompetensi dalam memanfaatkan teknologi digital untuk menciptakan proses pembelajaran yang lebih efektif, kreatif, dan berpusat pada peserta didik.
Baca Juga:Persiapan Haji 2027 Dimulai, Kementerian Haji Pastikan Data 154 Jamaah Sumedang ValidWamen ATR/Waka BPN RTR dan RDTR Jadi Kompas Pembangunan di Bali
Ketua tim pelaksana PkM, Dr. Aah Ahmad Syahid, M.Pd., menjelaskan bahwa
transformasi pendidikan tidak cukup hanya dengan menghadirkan perangkat teknologi, tetapi harus dibangun melalui ekosistem pembelajaran digital yang mampu mengubah cara guru merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran.
“Digitalisasi pembelajaran bukan sekadar penggunaan aplikasi atau perangkat digital.
Yang jauh lebih penting adalah membangun ekosistem pembelajaran yang mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih bermakna, adaptif terhadap
perkembangan zaman, serta mendorong lahirnya inovasi pembelajaran di sekolah dasar. Guru menjadi aktor utama dalam transformasi tersebut.” Ujarnya.
Program ini merupakan kolaborasi tim dosen PGSD UPI Kampus Sumedang yang terdiri atas Dr. Rana Gustian Nugraha, M.Pd., Dety Amelia Karlina, M.Pd., dan Sidqia Nurfadilah, M.Pd.
Dr. Rana Gustian Nugraha, M.Pd. menegaskan bahwa peningkatan literasi digital guru merupakan investasi penting bagi peningkatan mutu pendidikan dasar.
“Guru abad ke-21 perlu memiliki kompetensi digital yang kuat agar mampu menciptakan pembelajaran yang aktif, kolaboratif, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik. Pendampingan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat kapasitas tersebut.” tandasnya Sementara itu, Dety Amelia Karlina, M.Pd. menyampaikan bahwa kegiatan pengabdian dirancang tidak hanya memberikan seminar, tetapi juga pendampingan praktik sehingga guru dapat langsung mengimplementasikan berbagai media dan strategi pembelajaran digital di kelas.
Baca Juga:SD IT Insan Sejahtera Jadi Tuan Rumah OSN Tingkat Provinsi Jawa BaratMentri Nusron Kumpulkan Jajaran di Jatim Masuki Periode Transformasi dan Layanan Tempatkan Rakyat jadi Raja
“Kami ingin guru memperoleh pengalaman belajar yang aplikatif. Pendampingan ini berorientasi pada praktik sehingga setiap peserta memiliki bekal untuk diterapkan sesuai karakteristik sekolah masing-masing.” ucapnya.
