SUMEDANGEKSPRES – Distribusi air bersih kepada pelanggan Perumda Air Minum Tirta Medal Kabupaten Sumedang mengalami gangguan di empat wilayah pelayanan, Selasa (22/7).Gangguan tersebut dipicu oleh sejumlah kendala teknis, mulai dari perbaikan jaringan pipa, keterbatasan debit air baku, kerusakan pompa, hingga fluktuasi tegangan listrik dari PLN.
Akibat kondisi tersebut, sebagian pelanggan mengalami penurunan debit bahkan penghentian sementara aliran air.Di sejumlah kawasan, perusahaan juga menerapkan sistem penggiliran distribusi agar pasokan tetap dapat dirasakan secara merata.
Kepala Bidang Teknik Produksi dan Sumber Daya Air Perumda Air Minum Tirta Medal Yadi S.Sos mengatakan, pihaknya tengah melakukan penanganan di seluruh titik gangguan, agar pelayanan dapat segera kembali normal.
Baca Juga:Sampah Musnah, Andalkan Alat Ramah Lingkungan: Tak Ada Lagi Operasional Angkut SampahTiga Gangguan Sekaligus, Distribusi Air Terganggu di Tanjungsari, Jatinangor, Sumedang Utara dan Wado
“Petugas kami saat ini masih bekerja di lapangan untuk melakukan perbaikan dan pemulihan sistem distribusi,” katanya kepada Sumeks.Bahkan, Yadi memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan para pelanggan, sejak beberapa hari terakhir.
Yadi membeberkan beberapa wilayah yang terkena dampak dan penyebabnya.di Wilayah I, gangguan terjadi di Cabang Jatinangor dan Tanjungsari akibat penutupan aliran dari Sumber Air Goa Walet, yang terjadi hingga enam sampai tujuh kali. Kondisi tersebut menyebabkan distribusi air dilakukan secara bergiliran.
“Sementara di Cabang Pamulihan, gangguan dipengaruhi oleh tegangan listrik PLN yang tidak stabil, sehingga mengganggu operasional Unit Produksi Intake Cigendel, WTP Tunggul Hideung dan BPS Lebak Jati,” ungkapnya.
Masalah serupa juga terjadi di kawasan DW Mekar Bakti, di mana kapasitas produksi belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan pelanggan sehingga pengaliran air diberlakukan secara bergantian.
“Memasuki Wilayah II, proses normalisasi distribusi di Cabang Sumedang Utara masih berlangsung, setelah sebelumnya dilakukan perbaikan pada Pipa Jaringan Distribusi Utama (JDU) berdiameter delapan inci. Dampaknya, distribusi air ke sejumlah pelanggan belum sepenuhnya normal,” tutur Yadi.
Sedangkan di Cabang Cimalaka, sambung Yadi, pompa distribusi kerap mengalami trip akibat fluktuasi tegangan listrik dari jaringan PLN.
“Untuk Wilayah III, gangguan berpusat di Cabang Ujungjaya. Saat ini petugas tengah memperbaiki kebocoran pipa distribusi berdiameter enam inci di kawasan Gendeng yang berdampak pada kelancaran suplai air kepada pelanggan,” katanya.
