SUMEDANGEKSPRES – Momentum Hari Anak Nasional menjadi penguat komitmen Alfamart dalam mendukung percepatan penanganan stunting melalui Program Satu Telur Sehari (STS). Program ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan untuk membantu intervensi gizi anak sekaligus meningkatkan pemahaman keluarga akan pentingnya pola hidup sehat.
Program yang dilaksanakan secara nasional ini telah memasuki tahun keempat dan menargetkan 2.700 anak terindikasi stunting di 39 kabupaten/kota dengan penyaluran lebih dari 510.000 butir telur selama enam bulan pelaksanaan.
Di Kabupaten Sumedang, Program Satu Telur Sehari (STS) dilaksanakan di Desa Rancamulya Kec.Sumedang Utara yang diikuti oleh 35 anak.
Baca Juga:Tegangan Listrik Drop, Distribusi Air Wado Lumpuh Total, Perumda Air Minum Koordinasi Langsung dengan PLNBupati Paparkan Kesiapan Pembangunan Sekolah Rakyat di Hadapan Tim Monitoring KPK
Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional Alfamart mengadakan acara ‘Edukasi Gizi dan Pola Asuh’ yang diikuti oleh para ibu pada Selasa (21/07) bertempat di Kantor Desa Rancamulya, Kec.Sumedang Utara,Kab.Sumedang.
Dalam sesi edukasi tersebut, Nutrisionis Puskesmas Kota Kaler Sabila Gantini menjelaskan intervensi gizi akan berjalan lebih optimal melalui pemahaman keluarga terhadap gizi seimbang.
“Orang tua perlu diberikan pemahaman mengenai jenis makanan yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang anak agar gizinya seimbang, dan memberikan pengertian mengenai pola asuh. Pola asuh termasuk dari pola makan, serta kebiasaan makan yang benar,” jelasnya.
Menurut Sabila kebiasaan makan anak yang salah dapat menyebabkan gizi anak tidak terpenuhi optimal. “Sebagai contoh kebiasaan makan snack di jam yang tidak dianjurkan bisa membuat anak tidak mau makan pada jam makan,” paparnya.
Selain itu, para ibu juga diajak untuk berkreasi dalam mengolah telur menjadi kudapan enak dan bergizi yang disampaikan langsung oleh PKK Desa Rancamulya.
Pengurus PKK Desa Rancamulya Eni mengatakan bantuan Satu Telur Sehari dari Alfamart dilaksanakan selama enam bulan sejak Bulan Mei lalu.
“Karena dilaksanakan selama enam bulan bisa dikatakan cukup panjang. Agar anak-anak tetap mau makan telur maka dibutuhkan kreativitas para bunda agar anak-anak lahap makannya. Kali ini kami memasak secara langsung menu Puyunghai yang kandungan gizinya lengkap karena menggunakan protein dan sayur,” jelasnya.
