Perkuat Upaya Cegah Stunting Lewat Edukasi Gizi di Hari Anak Nasional, Lengkapi Program Satu Telur Sehari

Alfamart Perkuat Upaya Cegah Stunting Lewat Edukasi Gizi di Hari Anak Nasional, Lengkapi Program Satu Telur Se
Alfamart Perkuat Upaya Cegah Stunting Lewat Edukasi Gizi di Hari Anak Nasional, Lengkapi Program Satu Telur Sehari
0 Komentar

Menurut Eni kegiatan edukasi juga bertujuan menjaga pola komunikasi tetap terjalin dengan para ibu penerima bantuan.

“Bersama dengan tim Pusksesmas kami tetap berkomunikasi dengan para ibu mengenai kondisi anak-anaknya agar bisa terpantau tumbuh kembangnya. Alhamdulillah setelah mendapatkan bantuan Satu Telur Sehari pertambahan berat badan anak-anak mencapai 72 persen ,” ucapnya.

Jangkauan Program Terus Bertambah dari Tahun ke TahunProgram Satu Telur Sehari Alfamart menyasar anak usia 1 hingga 3 tahun yang terdata terindikasi stunting berdasarkan pendataan bersama Dinas Kesehatan dan kader Posyandu di masing-masing daerah.

Baca Juga:Tegangan Listrik Drop, Distribusi Air Wado Lumpuh Total, Perumda Air Minum Koordinasi Langsung dengan PLNBupati Paparkan Kesiapan Pembangunan Sekolah Rakyat di Hadapan Tim Monitoring KPK

Selama enam bulan pelaksanaan yang dimulai sejak Mei 2026, setiap anak menerima bantuan satu butir telur setiap hari. Penyaluran dilakukan secara periodik melalui Dinas Kesehatan maupun kader Posyandu setempat sehingga pendampingan terhadap penerima manfaat dapat berjalan secara berkelanjutan.

Perjalanan program tersebut juga menunjukkan peningkatan dampak dari tahun ke tahun. Pada 2022, Alfamart mendistribusikan 177.000 butir telur kepada 1.000 anak di 10 kabupaten/kota. Program kemudian berlanjut pada 2024 dengan penyaluran 103.000 butir telur kepada 591 anak di 12 kabupaten/kota. Setahun berikutnya, jangkauan diperluas menjadi 25 kabupaten/kota melalui distribusi 189.000 butir telur kepada 1.000 anak.

Sementara pada 2026, program mencapai pelaksanaan terbesar sejak pertama kali dijalankan, dengan distribusi lebih dari 510.000 butir telur kepada 2.700 anak di 39 kabupaten/kota.

General Manager Corporate Communications Alfamart, Rani Wijaya, mengatakan Program Satu Telur Sehari terus dikembangkan berdasarkan evaluasi dari pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya.

“Program ini terus berkembang dari tahun ke tahun. Perluasan ini menunjukkan bahwa kolaborasi lintas pihak mampu menghadirkan dampak yang semakin besar dalam mendukung upaya penurunan stunting di Indonesia,” ujar Rani.

Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari banyaknya telur yang disalurkan atau luasnya wilayah yang dijangkau, tetapi juga dari perubahan perilaku keluarga dalam memenuhi kebutuhan gizi anak.

Berdasarkan hasil monitoring internal tahun 2025, sekitar 72 persen anak penerima manfaat mengalami peningkatan berat badan sebagai salah satu indikator perbaikan status gizi. Capaian tersebut menjadi dasar Alfamart untuk terus memperkuat kualitas program melalui pendampingan dan edukasi kepada orang tua.

0 Komentar