MUI Tanjungkerta Perkuat Peran Ulama

MUI Tanjungkerta Perkuat Peran Ulama
Pengurus  Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Tanjungkerta dikukuhkan dalam suasana khidmat di Masjid Tanjungkerta. Para pengurus mengucapkan ikrar untuk menjalankan amanah dan memperkuat peran ulama di tengah masyarakat, Selasa (8/9) 
0 Komentar

SUMEDANGEKSPRES, TANJUNGKERTA – Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Tanjungkerta dikukuhkan dalam suasana khidmat di Masjid Tanjungkerta. Para pengurus mengucapkan ikrar untuk menjalankan amanah dan memperkuat peran ulama di tengah masyarakat, Selasa (8/9)

Ketua KUA Tanjungkerta, Nanang Muhammad Badar, mengatakan kepengurusan yang baru dilantik tidak akan dibebani banyak program. MUI akan menyesuaikan kegiatan dengan kebutuhan masyarakat dan kemampuan organisasi.

Menurut dia, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan bagi MUI untuk berhenti berkontribusi. Organisasi tersebut tetap berupaya membantu pemerintah menangani berbagai persoalan sosial di masyarakat.

Baca Juga:Maulid Nabi Merawat Persatuan UmatNomor Urut 1 Petahana Kades Banyuasih, Drs Dadang Kembali Maju Pada Pilkades 2026 

”Program MUI tidak terlalu banyak, tapi bisa kesampaian dalam artian kita menyesuaikan keadaan. Dalam kegiatan MUI tidak ada anggaran, betul-betul tidak ada,” kata Nanang, saat ditemui Sumedang Ekspres, Selasa (8/9).

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian MUI adalah isu lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT). Nanang mengatakan penanganan persoalan sosial tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Ulama, kata dia, memiliki peran dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat.

”Ini bukan tugas pemerintah

daerah semata, tapi kewajiban ulama. Ilmu juga sangat terpanggil,” ujarnya.

Selain persoalan sosial, MUI Tanjungkerta akan memperkuat persatuan umat. Nanang mengatakan perbedaan latar belakang organisasi dan pemahaman keagamaan tidak seharusnya menjadi penghalang untuk bekerja bersama.

Di dalam kepengurusan MUI, kata dia, terdapat unsur dari Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, Persatuan Islam (Persis), serta organisasi keagamaan lainnya.

”Alhamdulillah, kami tidak masalah karena kami sudah bersatu sejak dulu,” katanya.

Nanang juga menekankan pentingnya hubungan antara nilai-nilai agama, Pancasila, dan kebijakan pemerintah.

Baca Juga:Camat Harapkan Pilkades Wilayahnya Berjalan KondusifPilkades Desa Cipanas Berjalan Kondusif, Dua Calon Siap Bertarung

MUI, menurut dia, dapat MUI Tanjungkerta Perkuat Peran Ulama menjadi jembatan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat agar kehidupan beragama berjalan seiring dengan kehidupan berbangsa dan bernegara.

”Jangan memisahkan agama dengan undang-undang. Jangan memisahkan Islam dengan Pancasila karena itu lebih bersatu,” ujarnya.

MUI, kata Nanang, berada cukup dekat dengan masyarakat melalui jemaah, kelompok pengajian, dan berbagai kegiatan keagamaan. Kedekatan tersebut menjadi modal untuk membantu pemerintah menyampaikan program sekaligus menyerap persoalan yang berkembang di masyarakat.

0 Komentar