SUMEDANGEKSPRES, TANJUNGKERTA – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kecamatan Tanjungkerta tidak hanya menjadi agenda keagamaan. Sejumlah kelompok majelis taklim bergabung dalam satu kegiatan untuk memperkuat persatuan umat, Selasa, (8/9).
Kegiatan yang berlangsung di Masjid Tanjungkerta itu mengusung tema persatuan dan kesatuan. Peringatan Maulid diikuti sejumlah kelompok majelis taklim yang tergabung dalam Majelis Taklim Bersama atau MTB.
Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tanjungkerta, Nanang Muhammad Badar, mengatakan kegiatan tersebut sengaja dikemas sebagai wadah bersama, bukan hanya pengajian yang digelar oleh satu kelompok majelis taklim.
Baca Juga:Nomor Urut 1 Petahana Kades Banyuasih, Drs Dadang Kembali Maju Pada Pilkades 2026 Camat Harapkan Pilkades Wilayahnya Berjalan Kondusif
”Maulid Nabi ini merupakan gabungan dari seluruh majelis taklim atau kelompok majelis taklim yang ada di Tanjungkerta,” kata Nanang saat ditemui di Kantor KUA Tanjungkerta.
Kelompok yang bergabung antara lain Al Hidayah, Aisyiyah, Maratusolihah, dan Muslimat Nahdlatul Ulama. Menurut Nanang, keberagaman kelompok tersebut justru menjadi kekuatan untuk membangun kebersamaan umat.
Dalam kegiatan itu, KUA Tanjungkerta juga menyerahkan surat izin operasional kepada sejumlah majelis taklim. Nanang mengatakan sekitar 50 hingga 60 surat izin operasional telah disampaikan kepada majelis taklim di wilayah tersebut.
”Alhamdulillah, di Tanjungkerta sudah tersampaikan sekitar 50 sampai 60 surat izin majelis taklim,” ujarnya.
Agenda berikutnya adalah pelantikan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Tanjungkerta periode 2026-2031. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan tabligh akbar sebagai acara utama peringatan Maulid Nabi.
Nanang yang baru sekitar satu bulan menjabat sebagai Kepala KUA Tanjungkerta berharap momentum Maulid dapat memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus mendorong masyarakat meneladani kehidupan Rasulullah SAW.
Menurut dia, persoalan masyarakat ke depan semakin kompleks. Karena itu, penyelesaiannya membutuhkan kerja bersama antara KUA, Kementerian Agama, MUI, pemerintah kecamatan, dan unsur masyarakat lainnya.
Baca Juga:Pilkades Desa Cipanas Berjalan Kondusif, Dua Calon Siap BertarungMentri Nusron Sosialisasikan Transformasi Layanan Pertanahan dan Organisasi IPPAT dan BPKAD Yogyakarta
”Kami berharap KUA Tanjungkerta lebih bisa bersatu lagi, menguatkan ukhuwah Islamiyah dan meneladani apa yang dicontoh Rasulullah SAW,” kata Nanang.
Ia berharap keberadaan MUI semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kolaborasi antarlembaga, kata dia, penting agar persoalan keagamaan dan sosial dapat dihadapi secara bersama.
”Masalah ke depan banyak yang kompleks. Kolaborasi antara KUA atau Kementerian Agama, MUI, kemudian pemerintah, khususnya pemerintah kecamatan dan unsur lainnya sangat diperlukan,” ujarnya. (kki)
