Tegangan Listrik Drop, Distribusi Air Wado Lumpuh Total, Perumda Air Minum Koordinasi Langsung dengan PLN

Tegangan Listrik Drop, Distribusi Air Wado Lumpuh Total, Perumda Air Minum Koordinasi Langsung dengan PLN
Tegangan Listrik Drop, Distribusi Air Wado Lumpuh Total, Perumda Air Minum Koordinasi Langsung dengan PLN
0 Komentar

SUMEDANGEKSPRES – Gangguan tegangan listrik (voltage drop) di wilayah Cikareo, Kecamatan Wado, menyebabkan operasional Pompa Distribusi 1 di Water Treatment Plant (WTP) Cikareo berhenti total. Dampaknya, pasokan air bersih untuk seluruh pelanggan Perumda Air Minum di wilayah pelayanan Cabang Wado terhenti.

Menghadapi kondisi tersebut, Perumda Air Minum Tirta Medal melalui Bidang Teknik, Produksi, dan Sumber Daya Air (SDA) langsung melakukan koordinasi dengan PLN Sumedang, guna mempercepat penanganan gangguan kelistrikan yang menjadi penyebab utama berhentinya operasional pompa.

Kepala Bidang Teknik, Produksi, dan Sumber Daya Air Perumda Air Minum, Yadi, S.Sos mengatakan, penurunan tegangan listrik membuat Pompa 1 Distribusi tidak mampu beroperasi secara normal.

Baca Juga:Bupati Paparkan Kesiapan Pembangunan Sekolah Rakyat di Hadapan Tim Monitoring KPKTanda Tangani Kerja Sama PSO BRT Cekungan Bandung, Bupati Dony: Perkuat Integrasi Transportasi Massal

“Pompa Distribusi 1 di WTP Cikareo tidak dapat beroperasi karena tegangan listrik dari PLN mengalami penurunan. Akibatnya, pendistribusian air bersih ke seluruh wilayah pelayanan Cabang Wado untuk sementara berhenti total,” ujar Yadi, Kamis ( 23/7).

Kata Yadi, hasil koordinasi dengan PLN Sumedang menyebutkan, gangguan tegangan tersebut dipicu oleh pekerjaan pemeliharaan jaringan listrik utama di Gardu Utama Malangbong.

PLN memastikan kegiatan pemeliharaan tersebut berdampak pada penurunan tegangan listrik yang dirasakan di wilayah Cikareo dan sekitarnya sehingga memengaruhi operasional fasilitas pengolahan air.

“Namun di sisi lain, kami juga tengah mempercepat proses pengadaan unit elektromotor baru, untuk Pompa 1 Distribusi WTP Cikareo, sebagai pengganti mesin lama yang telah mengalami keausan,” ungkap Yadi.

Yadi menegaskan, pemasangan unit baru tidak bisa dilakukan begitu saja apabila kondisi kelistrikan belum benar-benar stabil.

“Kami tidak ingin mengambil risiko. Jika mesin baru dipasang saat tegangan listrik masih tidak stabil, kinerja pompa tetap tidak maksimal bahkan berpotensi mengalami kerusakan. Karena itu kami terus berkoordinasi dengan PLN agar suplai listrik kembali normal sebelum komisioning pompa baru dilakukan,” tegas Yadi.

Lebih jauh Yadi menambahkan, pihaknya bersama PLN terus memantau perkembangan di lapangan agar proses pemulihan dapat berlangsung secepat mungkin.

Baca Juga:Layanan Air Bersih Terganggu di Empat Wilayah, Perumda Tirta Medal Terapkan Penggiliran DistribusiSampah Musnah, Andalkan Alat Ramah Lingkungan: Tak Ada Lagi Operasional Angkut Sampah

“Kami mohon maaf kepada seluruh pelanggan yang terdampak, atas terganggunya pelayanan air bersih di wilayah Cabang Wado,” ungkapnya.

0 Komentar