SUMEDANG – Dalam upaya merespons tingginya angka kasus Tuberkulosis (TB) di Indonesia, tim pengabdi masyarakat menginisiasi program inovatif bertajuk Active Case Finding (ACF) yang didukung oleh teknologi Artificial Intelligence (AI) pada 3 juni 2026.
Program pengabdian pada masyarakat ini dirancang untuk mempercepat deteksi dini dan memutus rantai penularan TB, khususnya pada kelompok usia produktif yang memiliki mobilitas tinggi.
Selama ini, sistem penemuan kasus TB dinilai masih didominasi oleh pendekatan pasif, di mana pasien baru terdeteksi saat mereka datang ke fasilitas kesehatan setelah timbul gejala. Padahal, strategi tersebut berisiko besar melewatkan kasus subklinis yang berpotensi menularkan penyakit secara senyap di tengah masyarakat.
Baca Juga:SMKN 1 Sumedang Merayakan Milangkala ke-63 dengan Kekeluargaan dan KebersamaanAnak – anak Pemulung Usia Sekolah Jadi Perhatian APDESi Sumedang
Oleh karena itu, tim pengabdi mengimplementaskan TB Scan berbasis AI, sebuah teknologi yang mampu menganalisis citra rontgen dada secara otomatis.
Langkah konkret dari inovasi ini disasarkan secara luas pada lingkungan kampus, dengan target menjangkau 100 sivitas akademika yang terdiri dari dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa di UPI Kampus Sumedang. Pemilihan populasi mahasiswa didasarkan pada intensitas interaksi sosial yang tinggi serta gaya hidup komunal di asrama maupun rumah kos, yang menjadikan mereka kelompok rentan terhadap transmisi penyakit.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini di ketuai oleh, Ria Inriyana,S.Kep.,Ners.,M.Kep. beserta rekan-rekan tim dosen dan mahasiswa UPI di Sumedang.
Acara di buka oleh Direktur UPI Kampus Sumedang,Prof. Dr. Indra Safari, M.Pd. dengan sambutan dari Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Baperrida) Kabupaten Sumedang oleh Ellan R Nagari, S.Si.,M.Tr.I.P. Serta pemberian materi dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumedang oleh Surdi Sudiana, AMK.,SKM. Setelah pematerian kegiatan di lanjutkan dengan pemeriksaan Cek Kesehatan gratis (CKG) berupa pemeriksaan tekanan darah, gula darah, dan skrining awal berbasis kuesioner.
Seluruh peserta tidak terdeteksi indikasi TB, jikapun ada yang terindikasi TB maka akan langsung dihubungkan melalui mekanisme rujukan ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk segera mendapatkan pemeriksaan diagnostik lanjutan.
