SUMEDANG EKSPRES, KOTA – Lapangan olahraga SMKN 1 Sumedang berubah menjadi panggung kreativitas siswa, Rabu, (19/8). Kostum, karnaval, dan berbagai pertunjukan mewarnai puncak Milangkala ke-63 sekolah itu.
Perayaan tidak berhenti pada pesta ulang tahun. Sekolah menjadikannya ruang untuk mempertemukan siswa, guru, dan tenaga kependidikan dalam suasana yang lebih cair setelah menjalani rutinitas belajar-mengajar.
Rangkaian Milangkala berlangsung selama tiga hari, 17-19 Agustus. Kegiatan dimulai dengan upacara peringatan Hari Kemerdekaan pada 17 Agustus. Sehari kemudian, giliran guru, tenaga pendidik, tenaga kependidikan, dan siswa terlibat dalam berbagai perlombaan.
Baca Juga:Anak – anak Pemulung Usia Sekolah Jadi Perhatian APDESi SumedangSinkronisasi Data, Menteri ATR/Kepala BPN dan Mendagri Sepakati Pengintegrasian NIB dan NOP
Puncaknya berlangsung pada Rabu (19/8). Siswa menampilkan kreativitas melalui cosplay dan karnaval yang diikuti seluruh siswa SMKN 1 Sumedang. Perlombaan lain turut digelar untuk menambah semarak perayaan.
Kepala SMKN 1 Sumedang Yuyun Syarifuddin, melalui Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Adi Kurniawan, mengatakan perayaan tahun ini sengaja diarahkan pada penguatan kekeluargaan dan kebersamaan.
“Sebagai bagian dari upaya mencetak generasi BENGRAS,” kata Adi.
BENGRAS menjadi nilai yang hendak ditanamkan sekolah kepada warga SMKN 1 Sumedang. Akronim itu merangkum tujuh karakter: berakhlak, empati, nyaman, gagah, ramah, aktif, dan solutif.
Nilai tersebut tidak hanya disampaikan di ruang kelas. Dalam kegiatan bersama, siswa diberi ruang untuk belajar bekerja dalam kelompok, berkomunikasi, berkreasi, dan menghargai perbedaan.
Antusiasme terlihat dari penampilan masing-masing angkatan. Kreativitas siswa menjadi bagian penting dari perayaan. Mereka tidak sekadar mengikuti acara, tetapi ikut menentukan warna Milangkala melalui kostum, karnaval, dan berbagai penampilan.
Menurut Adi, kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengekspresikan diri sekaligus mempererat hubungan di antara warga sekolah.
Baca Juga:Pemdes Licin Apresiasi Inovasi KKNT IPBMenteri ATR/Kepala BPN dan Mendagri Teken Surat Edaran Bersama, Verifikasi BPHTB Dipercepat Jadi 3 Hari
“Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga menjadi ruang bagi siswa untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus mempererat hubungan antarsiswa dan seluruh warga sekolah,” ujarnya.
Sekolah berharap perayaan Milangkala tidak berakhir sebagai agenda seremonial tahunan. Kebersamaan yang terbentuk selama kegiatan diharapkan terbawa ke dalam kehidupan sekolah sehari-hari.
Rasa memiliki terhadap sekolah, kata Adi, menjadi salah satu modal untuk membangun lingkungan pendidikan yang sehat. Kolaborasi, kreativitas, dan gotong royong diharapkan menjadi kebiasaan, bukan sekadar tema perayaan
