SUMEDANGEKSPRES — Tiga kepala kantor Kementerian Agama (Kemenag) berganti nakhoda. Serah terima jabatan (sertijab) digelar bersamaan di Gedung Sarana Penunjang Kemenag Kabupaten Sumedang, Senin (31/8/2026).
Tiga pejabat yang resmi menjalani sertijab yakni H. Ahmad Handiman Romdony sebagai Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sumedang, H. Hamzah Rukmana sebagai Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Garut, serta Dr. H. Saepulloh sebagai Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Kuningan.
Kasubag Tata Usaha Kemenag Sumedang, Mochmad Ikbal, menyambut para pejabat dan jajaran yang hadir dalam agenda tersebut.
Baca Juga:Gebyar Aktivasi Perlinsos di Sukasari, Wabup Fajar: Bantuan Harus Tepat SasaranAkta YPS No 11 Rontok, Saatnya Keluarga Sumedang Bersatu
“Atas nama tuan rumah, kami mengucapkan selamat datang di Sumedang. Sertijab ini bukan sekadar proses administratif kedinasan biasa, tetapi bentuk penghargaan atas dedikasi, loyalitas, dan tanggung jawab aparatur dalam menjalankan amanah,” ujar Ikbal.
Bagi Ikbal, rotasi dan mutasi pejabat merupakan bagian dari dinamika birokrasi.
Terlebih, hal tersebut sejalan dengan ketentuan perundang-undangan mengenai aparatur sipil negara.
“Pergeseran jabatan tersebut merupakan tindak lanjut dari pelantikan puluhan pejabat di lingkungan Kemenag Jawa Barat pada 19 Agustus 2026,” unarnya.
Namun, kata Ikbal, di balik administrasi dan keputusan kedinasan itu, selalu ada cerita manusia.
“Ada yang harus meninggalkan kantor lama. Ada pula yang harus memasuki lingkungan kerja baru. Ada rekan kerja yang sebelumnya setiap hari bertemu, kemudian harus berpisah karena tugas,” imbuhnya.
Ikbal sendiri merasakan hal tersebut. Ia baru saja berpindah tugas dari Kemenag Bandung Barat ke Kemenag Sumedang.
Baca Juga:Gaya Ikonik Tenxi, Intip Barang Favorit yang Masuk Radarnya di Shopee 9.9 Super Shopping DayRugikan Finansial dan Reputasi Perusahaan, BRI Cabang Purwakarta Apresiasi Penetapan Tersangka Kredit Fiktif
“Pertemuan dan perpisahan adalah sunatullah. Kadang melepas itu berat, tetapi bisa jadi perpisahan adalah tanda peningkatan derajat serta jalan baru yang disiapkan Allah,” tuturnya.
Menurut Ikbal, jabatan tidak pernah benar-benar menjadi milik seseorang.
Ada masa ketika seseorang menerima amanah, ada pula waktunya amanah itu diserahkan kepada orang lain.Karena itu, pergantian jabatan semestinya tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan tempat kerja.
Lebih dari itu, menjadi momentum untuk melanjutkan pengabdian dengan tanggung jawab yang baru.
“Manusia hanya titipan, jabatan hanya amanah. Ketika tiba saatnya berpisah, yang kita bawa bukan jabatan, melainkan doa, kenangan baik, dan jejak pengabdian,” pungkas Ikbal. (red)
