oleh

Dewan Akan Cek Perencanaan Iklan Yanmas Diskominfosanditik

SUMEDANGEKSPRES.COM – Komisi I DPRD Sumedang turut mengkaji adanya iklan layanan sosial di Dinas Komunikasi dan Informasi, Persandian dan Statistik Kabupaten Sumedang.

Diketahui, Diskominfosanditik telah menganggarkan anggaran senilai Rp 80 juta untuk sebuah iklan layanan sosial yang akan dimuat di akun media sosial.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi I DPRD Sumedang Asep Kurnia meminta agar setiap instansi dapat berkolaborasi dengan sejumlah pihak yang berkompeten di bidang publikasi. Salah satunya adalah media mainstream.

“Ini harus berkolaborasi dengan yang membidanginya. Sehingg, layanan masyarakat itu bisa tepat dan kena dengan sasaran yang diharapkan. Terutama ya dengan media,” ujarnya kepada Sumeks, kemarin.

Oleh sebab itu, lanjut Akur, pihaknya akan mengkroscek sejumlah kegiatan yang ada di setiap dinas, termasuk dari sisi anggaran dan perencanaannya.

“Nanti kami akan cek sejauh mana perencanaannya dari rencana iklan layanan masyarakat itu yang dikerjakan secara internal,” paparnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Komunikasi Diskominfosanditik Wahyu Kusdiarto membenarkan, jika pihaknya membuat pendokumentasian kegiatan pemerintah daerah melalui tim yang selalu siap siaga di lokasi acara.

“Kita itu ada publikasi kegiatan bupati/wakil bupati serta ada juga publikasi kegiatan pemerintahan. Meskipun untuk kegiatan personal bupati/ wakil bupati didominasi oleh Humas Pemkab,” terangnya.

Wahyu menyebutkan, hasil liputan timnya itu akan diterbitkan di Media Sosial Instagram dan youtube milik Diskominfosanditik. “Kegiatan peliputan bukan hanya sekedar publikasi, namun memiliki nilai dokumentasi,” ujarnya.

Dokumen tersebut, kata Wahyu, akan dijadikan bank data yang menyimpan seluruh hasil kegiatan yang telah diselenggarakan.

“Jika dibutuhkan, maka dapat dengan mudah kita mencari. Misalnya untuk refleksi kegiatan akhir tahun bupati, kita siapkan bahannya dari dokumen tersebut,” tuturnya.

Wahyu juga menambahkan dari Rp 80 juta, akan dibagi kedalam dua kegiatan. Diantaranya Rp 30 juta untuk media sosial, dan Rp 50 juta untuk pembuatan konten video layanan masyarakat.

“Untuk iklan layanan masyarakat, kami juga membuat video grafis atau menyebar pamplet dan wawar keliling yang berisikan ajakan kepada masyarakat. Seperti salah satunya mengajak masyarakat untuk menjalankan protokol kesehatan, di masa pandemi Covid – 19,” terangnya. (red/nur)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *