Warga Tak Berkenan Pengelola Burnong, Pemdes Desak Musyawarah

Warga Tak Berkenan Pengelola Burnong, Pemdes Desak Musyawarah
RAMAI: Kawasan wisata Buricak Burinong penuh pengunjung sebelum adanya pandemi covid 19. (HERI PURNAMA/SUMEKS)
0 Komentar

SUMEDANGEKSPRES.COM, Darmaraja – Pemerintah Desa Pakualam minta pihak terkait menyelesaikan dulu persoalan pengelolaan destinasi wisata Buricak- Burinong sebelum pengerjaan tahap dua dikerjakan.

Hal itu disampaikan Kepala Desa Pakualam Kepala Desa Pakualam, Sopian Iskandar kepada Sumeks, baru-baru ini.

Sampai saat ini, masih saja belum ada kejelasan terkait pengelolaan destinasi wisata tersebut.

Baca Juga:Bayi 13 Bulan Selamat dari KecelakaanPKMB Pelopor Siapkan Program Pendidikan Kesetaraan Tanpa Biaya

Hal itu bisa jadi permasalahan yang berkepanjangan. Sebab, sebagian besar masyarakat tidak menghendaki pengelola saat ini. Pada dasarnya, kehadiran destinasi tersebut harus menjadi ujung tombak untuk mendongkrak perekonomian masyarakat sekitar.

“Lebih baik pihak terkiat kembali lakukan musyawarah dengan masyarakat dan beberapa unsur terkait untuk pembahasan pengelolaannya,” katanya.

Sebab, kata dia, pengerjaan tahap dua untuk destinasi tersebut dikhawatirkan akan sia-sia saat tidak ada pengelolaan yang menguntungkan masyarakat sekitar.

“Kondusifkan dulu segala sesuatunya, baru laksanakan pengerjaan pembangunannya. Jangan sampai uang negara jadi mubazir,” ucapnya.

Dalam hal ini, Sopian menegaskan, jangan sampai bantuan yang dikucurkan pemerintah untuk memfasilitasi warga eks Wilayah genangan untuk memulihkan ekonominya melalui destinasi wisata, malah dimanfaatkan sebagai usaha proyek yang hanya ingin kucuran anggaran untuk pembangunannya saja.

“Kita harus matangkan dulu teknis pengelolaannya, jangan sampai hanya dijadikan kepentingan usaha proyek bangunannya saja,” ucapnya.

Selain itu, bangunan yang merupakan aset desa saja masih belum diganti. Seperti pendopo dan bangunan sekolah TK yang dibangun menggunakan anggaran desa.

Baca Juga:7 Produk UMKM Sumedang Siap Masuk Ritel BesarDinsos Soroti Sejumlah Pelecehan Seksual yang Dilakukan Oleh LGBT

“Aset desa kami yang dibongkar karena pembangunan destinasi ini juga belum diganti. Seharusnya aset itu dibangun lagi atau diganti dengan uang,” tandasnya.

Tak hanya itu, Pemerintah Desa Pakualam juga berharap pihak terkait harus memperjelas dulu status lahan pangupukan yang saat ini dijadikan take off paralayang.

“Selain itu, lokasi take off paralayang, status tanahnya harus diperjelas,” katanya. (eri)

0 Komentar