Liku-liku Seorang Penjual Sapu

Liku-liku Seorang Penjual Sapu
Dasta (84) seorang kakek pedagang sapu keliling di kota Sumedang, tengah beristirahat melepas lelah sehabis keliling menjajakan sapu dagangannya, baru-baru ini.
0 Komentar

sumedangekspres – Menempuh jarak 4 KM dengan berjalan kaki sehari tidak menjadi rintangan bagi Dasta (84) kakek penjual sapu keliling, yang berasal dari Dusun Cicau, Desa Pajagan Kecamatan Cisitu.

Sehari- hari Dasta keliling menjajakan dagangannya sapu di kota Sumedang bahkan sampai ke Kecamatan Cimalaka.

“Setiap pagi Aki menjajakan sapu mulai dari perempatan Bojong jalan kaki melalui jalan bypass (Jl Pabu Gajah Agung) sampai Alun-alun Sumedang, terus berputar ke arah Taman Endog dan Bundaran Alamsari. Kalau sampai siang sapu tidak ada yang membeli, Aki suka terus berjalan sampai ke Cimalaka,” ucapnya.

Jelang Hari Listrik Nasional ke-78, YBM PLN Gelar Sunatan Massal

Baca Juga:SMK PGRI 1 Sumedang Tingkatkan Kualitas PendidikanSumpah Pemuda 28 Oktober 2023 Makna Terlahirnya Sumpah Pemuda

“Pulang ke kampung untuk ngasih resiko buat si nini tidak tentu, kadang bisa pulang ngasih resiko dalam waktu dua Minggu bahkan bisa sampai tiga Minggu bagaimana lakunya jualan sapu,” katanya.

Dasta menjelaskan, omset dari jualan kalau lagi rame dalam sehari bisa laku lima atau enam sapu dengan keuntungan dari satu sapu antara tujuh ribu dan lima ribu.

Tapi kalau lagi sepi kadang dalam seharian tidak ada satupun sapu yang terjual.

“Rejeki tidak tahu dan Allah yang megang, tapi ikhtiarnya wajib untuk dijalankan,” ujarnya.

Dasta berharap ada bantuan dari pemerintah setempat bagi dirinya dan istrinya untuk modal jualan di rumahnya.

“Mudah-mudahan pemerintah bisa memberikan perhatian kepada pedagang seperti Aki, untuk memberikan modal usaha supaya si nini bisa buka warung di rumah di kampung,” tutupnya.
(ahm)

0 Komentar