Ikuti Program Pendampingan BRI, UMKM Ini Jadi Tahan Banting!

Ikuti Program Pendampingan BRI, UMKM Ini Jadi Tahan Banting!
Ikuti Program Pendampingan BRI, UMKM Ini Jadi Tahan Banting!
0 Komentar

Dia menyebut pasar home fragrance di Indonesia menjanjikan. Hal itu terbukti dengan perluasan pasar MUNO FOLK sendiri. Di mana saat ini sudah terdapat sekitar delapan titik pemasaran offline di Bandung, Jabodetabek dan Bali. Di antaranya MUNO FOLK hadir di perusahaan-perusahan ritel besar.

MUNO FOLK memproduksi lilin aromaterapi berbahan kedelai alami bebas parafin dalam 40 varian aroma dengan karakter yang berbeda-beda. Kini pun memproduksi difusser buluh, semprotan ruangan, dan dupa untuk menemani meditasi dan relaksasi di rumah.

Husni mengaku MUNO FOLK masih diproduksi di rumah dengan kapasitas hingga 2.000 produk per bulan. Husni ingin MUNO FOLK dapat menciptakan produk yang menjadi simbol harapan dan kelegaan.

Baca Juga:Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno Menanggapi Overtourism di Bali: Perlunya Penyebaran Destinasi Wisata!FSGI Mendorong Calon Presiden dan Wakil Presiden 2024 untuk Fokus pada Pencegahan dan Penanganan Kasus Kekerasan di Sekolah

UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2023 pun hadir menjadi sarana business matching antara UMKM Indonesia dengan calon konsumen yang lebih luas termasuk pasar luar negeri. Program unggulan dari BRI ini diharapkan mampu menumbuh kembangkan pelaku UMKM hingga menembus pasar global.

Sebagai informasi, UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2023 yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan HUT ke-128 BRI dan resmi ditutup oleh Direktur Utama BRI Sunarso pada 10 Desember 2023 di Jakarta Convention Centre (JCC). Kegiatan ini berhasil mencatatkan dealing commitment melalui business matching senilai USD 81,3 juta dollar atau Rp1,26 triliun (dengan asumsi kurs Rp15.500,- per USD).

Pada kesempatan terpisah, Direktur Bisnis Kecil dan Menengah BRI Amam Sukriyanto mengungkapkan bahwa untuk mendukung merealisasikan UMKM secara go global dan berhasil dalam business matching, BRI membekali UMKM dengan berbagai pelatihan sebelum business matching dilaksanakan. “Kami harapkan terjalin komitmen pembelian produk UMKM sehingga dapat semakin memperluas akses pasar global,” ungkapnya.

Amam menambahkan bahwa tumbuh kembang UMKM perlu difasilitasi dan apresiasi agar perannya sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia semakin kuat.

“Dan tentunya tercipta lebih banyak lagi pengusaha-pengusaha muda baru dengan bisnis yang lebih inovatif dan kreatif, yang nantinya dapat menopang dan mendorong ekonomi Indonesia dan sekaligus sebagai dukungan BRI dalam mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045 untuk menjadi negara maju berpenghasilan tinggi,” ucap Amam, dalam keterangan tertulis, Sabtu (23/12).

0 Komentar