Sekolah dan Komite Tegaskan Sanksi Keras atas Kasus Kratom dan Dugaan Pemukulan di SMAN Jatinangor

Sekolah dan Komite Tegaskan Sanksi Keras atas Kasus Kratom dan Dugaan Pemukulan di SMAN Jatinangor
SMAN Jatinangor menja
0 Komentar

Namun siswa tetap ingin melanjutkan sekolah di SMAN Jatinangor sehingga diberikan kebijakan pembinaan sampai Juni,” ujarnya.

Ia menegaskan, apabila sebelum Juni 2026 siswa kembali melakukan pelanggaran, maka akan langsung dikembalikan kepada orang tua.

Terkait kronologi kejadian pemukulan yang terjadi pada Rabu, 11 Februari 2026, diketahui salah satu orang tua korban mendatangi perangkat desa setelah anaknya dilaporkan mengalami pemukulan hingga sempat pingsan.

Baca Juga:Diduga Dipukul Saat Makan MBG, Siswa Kelas X SMAN Jatinangor Jadi Korban, Orang Tua Datangi Sekolah

Dari hasil klarifikasi saksi, disebutkan pelaku pemukulan hanya satu orang, sementara satu siswa lain hanya melempar nampan tempat makan MBG ke arah meja.

Setelah kejadian, kedua orang tua siswa yang terlibat diarahkan untuk mendatangi rumah korban guna menyampaikan permintaan maaf. Pihak keluarga korban juga meminta pemeriksaan rontgen untuk memastikan kondisi kesehatan korban.

Informasi yang diterima menyebutkan orang tua siswa yang terlibat telah memberikan bantuan biaya pengobatan dan direncanakan akan dilakukan pertemuan lanjutan antar keluarga untuk penyelesaian secara damai.

Pihak sekolah bersama komite menegaskan bahwa langkah pembinaan tetap menjadi prioritas, namun penegakan aturan akan dilakukan secara tegas untuk menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan belajar.

Sekolah berharap kejadian ini menjadi pembelajaran bagi seluruh siswa agar lebih disiplin, menjauhi penyalahgunaan zat berbahaya, serta mematuhi tata tertib sekolah demi menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan kondusif. (kos)

0 Komentar