Didik juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia, terutama dalam pendidikan tingkat doktoral.
“Negara maju biasanya memiliki lebih dari satu persen penduduk bergelar doktor. Itu kunci inovasi dan daya saing,” katanya.
Sementara itu, Ketua Program Studi Doktor Ilmu Manajemen, Ahmad Badawi Saluy, menegaskan bahwa kehadiran tokoh praktisi menjadi jembatan antara teori dan praktik.
Baca Juga:Ni Hyang Sukma Ayu, Suara Kecil yang Menggema di Tengah Kirab Mahkota BinokasihPasar Lama, Janji Baru yang Belum Tiba
“Ilmu manajemen pada akhirnya diterapkan di dunia bisnis dan pemerintahan,” tandasnya.***
