Bupati juga mengapresiasi semangat kemandirian yang menjadi ciri khas perjalanan Pondok Pesantren Miftahus Sa’adah. Menurutnya, perjuangan yang dilakukan secara bertahap dengan penuh keikhlasan dan istiqamah merupakan teladan yang harus dijaga.
“Selama kita memiliki niat dan tujuan yang baik, insyaallah Allah akan membuka jalan. Man jadda wa jada, siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan mendapatkan hasil,” tuturnya.
Kepada para orang tua, Bupati mengajak agar pendidikan agama bagi anak-anak mendapatkan perhatian yang sama pentingnya dengan pendidikan umum. Menurutnya, pendidikan agama menjadi wasilah untuk membentuk generasi yang saleh dan salehah.
Baca Juga:Kafe Hanjuang dan Balai Atikan Tradisi, Tawarkan Kuliner serta Aktivitas Budaya RancakalongChris John Hadir, Prabu Combat Series 2026 Guncang GOR Tadjimalela
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan komitmen Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang untuk terus memperhatikan pendidikan keagamaan melalui berbagai kebijakan, seperti pemberian insentif bagi guru ngaji, bantuan sarana prasarana, peningkatan kompetensi tenaga pendidik, serta dukungan terhadap lembaga pendidikan keagamaan.
Sebagai bentuk dukungan kepada pengembangan Pondok Pesantren Miftahus Sa’adah, Bupati Dony menyampaikan rencana bantuan sebesar Rp50 juta melalui Perubahan APBD Kabupaten Sumedang untuk membantu penguatan sarana dan prasarana pesantren.
Ia juga mendorong pengelola pesantren untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, memiliki visi besar dalam pengembangan pesantren, serta memanfaatkan kemajuan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sebagai sarana untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas lembaga pendidikan. (red)
