KOTA – Bagi sebagian warga Dusun Panyirapan, Desa Mekarjaya, malam hari bukan hanya soal perjalanan pulang. Ada rasa enggan yang muncul setiap kali harus melintasi underpass Tol Cisumdawu yang menghubungkan kawasan permukiman dengan jalan utama.
Bukan karena jaraknya jauh. Justru karena kondisi jembatan bawah tol itu dinilai semakin kurang terawat.
Semak belukar yang tumbuh di sisi-sisi underpass tampak menjuntai hingga ke bawah. Pada malam hari, suasana menjadi lebih gelap dan sepi. Bagi warga yang rutin beraktivitas hingga larut malam, kondisi tersebut menimbulkan rasa tidak nyaman bahkan ketakutan.
Baca Juga:Pemadaman Listrik Berulang di Sumedang, Praktisi Hukum: Bisa Ajukan Ganti Rugi dan Gugatan WanprestasiListrik Padam Berulang, Pelaku Usaha Sumedang Merugi
Lia, 40 tahun, salah seorang warga Perum Bumi Mekarjaya Indah, mengaku hampir setiap malam melewati underpass tersebut sepulang berjualan nasi goreng di sekitar Pasar Sandang.
Menurutnya, kondisi jembatan yang dipenuhi rumput liar membuat suasana semakin menyeramkan saat malam hari.
“Kalau pulang malam habis jualan saya suka malas lewat jembatan tol itu karena serem seperti mau masuk goa. Tapi tidak ada pilihan karena tidak ada jalan lain. Kalau pun ada harus memutar ke Jalan Parigi,” ujarnya.
Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya yang bekerja pada malam hari. Mereka menilai kondisi underpass yang minim pemeliharaan bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran terhadap keamanan pengguna jalan.
Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah bagian underpass dipenuhi tanaman liar yang tumbuh tidak teratur. Rumput yang menjalar dari bagian atas konstruksi terlihat menggantung dan menutupi sebagian sisi bangunan.
Pada siang hari kondisi tersebut mungkin hanya terlihat kumuh. Namun ketika malam tiba, suasana berubah lebih sunyi dan gelap sehingga membuat sebagian warga memilih mempercepat laju kendaraan saat melintas.
Bagi masyarakat setempat, underpass tersebut merupakan akses penting yang setiap hari digunakan untuk bekerja, berdagang, maupun beraktivitas lainnya. Karena itu, mereka berharap pengelola jalan tol dapat melakukan pembersihan dan pemeliharaan secara berkala.
Baca Juga:RS Unpad Bantah Pasien Tak Ditangani DokterKPID Jabar Edukasi Orang Tua Awasi Gawai Anak
“Saya berharap perusahaan tol segera membersihkan jembatan tersebut agar tidak merinding kalau lewat,” kata Lia.
Selain aspek kenyamanan, warga menilai kondisi tersebut juga berdampak terhadap aktivitas ekonomi. Pelaku usaha yang pulang larut malam maupun pekerja dengan sistem shift harus tetap melewati jalur tersebut setiap hari.
